Ancaman Heroin Masih Dirasakan Selama 15 Tahun ke Depan
Tanggal: Friday, 02 August 2013
Topik: Narkoba


Liputan6.com, 02 Agustus 2013

New York: Penggunaan narkotika di negara maju seperti Amerika Serikat mengalami peningkatan besar. Antara 2009 dan 2011, rata-rata lebih dari 600.000 orang Amerika mengaku menggunakan heroin setiap tahun dikutip Foxnews, Jumat (2/8/2013).

Substance Abuse and Mental Health Services Administration’s (SAMHSA) dalam National Survey on Drug Use and Health menyebutkan rata-rata kurang dari 400.000 orang Amerika mengaku menggunakan obat setiap tahun antara 2002 dan 2005. Bahaya narkotika dapat dirasakan selama jangka waktu 15 tahun ke depan.

Menurut Dr. Manny Alvarez ada dua alasan mendasar untuk ini. Pertama, harga heroin cukup murah dan kedua penggunaan heroin sebagai penghilang rasa sakit.

Menurut National Institutes of Health, narkotika yang terbuat dari morfin berpotensi memiliki efek samping seperti infeksi jantung, kematian akibat overdosis, keguguran dan peningkatan risiko penyakit menular seperti HIV/AIDS.

Afghanistan adalah salah satu pemasok utama opium sebanyak hampir 80 persen untuk pasokan dunia, menurut perkiraan dari PBB. Selain itu, Amerika Selatan merupakan pemasok utama heroin ke Amerika Serikat. (Mia/Igw)

Sumber: http://health.liputan6.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7798