Jaktim Tertinggi Jumlah Penderita HIV/AIDS di Ibukota
Tanggal: Thursday, 22 August 2013
Topik: HIV/AIDS


Suara Pembaruan, 21 Agustus 2013

[JAKARTA] Wilayah Jakarta Timur memiliki jumlah penderita HIV/ AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired immune deficiency syndrome) tertinggi dibanding lima wilayah lain yang ada di Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan data yang dimiliki Komisi Penanggulangan AIDS Kota (KPAK) Jakarta Timur, dari Januari hingga Agustus ini, di Jakarta Timur jumlah penderita HIV AIDS mencapai 381 orang. Sementara wilayah dengan penderita HIV/AIDS terbanyak kedua ditempati Jakarta Barat dengan jumlah penderita sebanyak 369 orang.

Sekretaris KPAK Jakarta Timur, Dedy Samsudi, mengatakan jumlah penderita tersebut diperoleh dari laporan pihak Rumah Sakit dan Puskesmas yang telah mendeteksi dan menangani para penderita.

"Jumlah penderitanya lebih tinggi dari Jakarta Barat yang banyak lokasi hiburannya. Di Jakarta Timur ada 381 orang, dengan rincian 141 orang terserang HIV dan yang menderita AIDS ada 240 orang," kata Dedy saat sosialisasi HIV/ AIDS kepada para pemuda d Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (20/8).

Dedy mengaku belum dapat mendeteksi penyebab tingginya jumlah penderita di wilayah Jakarta Timur. Namun, berdasar data yang dihimpunnya, para penderita mayoritas berusia produktif, yakni antara usia 25 hingga 40 tahun.

"Kalau penularannya bisa melalui hubungan seks bebas dan bisa juga melalui jarum suntik. Salah satu penularannya ya melalui sana," katanya.

Mengetahui tingginya jumlah penderita virus yang membunuh sistem kekebalan tubuh tersebut, Wakil Walikota Jakarta Timur, Husein Murad, mengaku merasa miris. Pasalnya, jumlah tersebut melebihi rata-rata jumlah penderita di wilayah lainnya.

"Jumlah penderita se-DKI Jakarta sendiri ada 1.571. Kalau di angka rata-ratakan dengan jumlah 5 kota dan satu kabupaten, seharusnya tidak lebih dari 300an," katanya.

Untuk itu, Husein Murad menegaskan, pihaknya akan semakin menggencarkan kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Dikatakan, hingga saat ini, sudah ada 5 RW di lima Kecamatan di wilayah Jakarta Timur, yang membentuk Forum Peduli HIV/ AIDS. Kelima RW tersebut antara lain RW 16 Kelurahan Bidaracina, Kecamatan Jatinegara; RW 16 Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramatjati; RW 06 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit; dan RW 01 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas; serta RW 01 Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo.

"Di RW 16 Bidaracina dan RW 03 Kebon Manggis, ada forum masyarakat yang khusus concern pada bahaya jarum suntik sebagai media penularan HIV AIDS," ujarnya.

Selain melalui kelompok-kelompok masyarakat di lingkungan tempat tinggal, Husein mengatakan, pihaknya juga merangkul sekolah yang ada di Jakarta Timur untuk terus menyosialisasikan mengenai HIV/AIDS. Menurutnya, peran mengampanyekan dan menyosialisasikan HIV/ AIDS di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan memanfaatkan peran UKS (Unit Kesehatan Sekolah).

"UKS itu kan unit kesehatan di sekolah yang perannya juga mencakup mengantisipasi penyebaran penyakit. Oleh karena itu, belum lama lalu, Pak Walikota juga sudah melakukan sosialisasi tentang HIV AIDS kepada Kepala Sekolah dan Guru se-Jakarta Timur," jelasnya. [F-5]

Sumber: http://www.suarapembaruan.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7822