Jumlah ODHA di Soloraya Melonjak Tajam
Tanggal: Monday, 26 August 2013
Topik: Narkoba


Solopos.com, 25 Agustus 2013

SOLO - Jumlah orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Soloraya mengalami peningkatan tajam. Hanya dalam waktu tujuh tahun, jumlah ODHA yang mendapatkan pendampingan naik hingga 2.000 persen lebih.

Menurut catatan Komunitas Gaya Mahardika, pada 2006 lalu jumlah ODHA yang ditemukan sejumlah komunitas kemudian diberi pendampingan hanya sekitar 46 orang. Setelah tujuh tahun lebih, jumlah ODHA di Soloraya yang mendapat pendampingan naik menjadi 1.032 orang.

“Tinggi sekali kan? Jumlah itu masih sedikit karena ODHA itu kan seperti juga fenomena gunung es. Yang tak mendapat pendampingan justru banyak sekali,” ujar Koordinator Komunitas Gaya Mahardika Solo, Yudi Mahardika kepada Solopos.com, beberapa waktu lalu.

Menyandang label ODHA untuk saat ini sambung Yudi mendatangkan banyak masalah terutama dari kalangan keluarga dan masyarakat. konsekuensi dikucilkan sudah terbayang di mata. Itulah sebabnya banyak ODHA yang enggan berterus terang dan memilih menyembunyikan problem kesehatannya. Risiko bagi para ODHA yang tidak mendapat pendampingan menurut Yudi tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri namun juga oleh masyarakat.

“Biasanya yang tak mendapat pendampingan juga kesulitan dalam hal pengobatan. Sedang untuk risiko di masyarakat ya macam-macam. Saya sendiri tak berani membayangkan,” tuturnya.

Langkah Dinas Sosial Jateng memberi bantuan 25 unit handphone kepada penyandang ODHA yang menjadi dampingan Komunitas Gaya Mahardika menurut Yudi merupakan langkah yang patut diapresiasi. Dengan bantuan tersebut bisa sedikit memberi suntikan kepada para ODHA agar tetap semangat untuk tetap berkarya dan bekerja.

Senada dengan Yudi, Manajer Kasus Komunitas ODHA Gaya Mahardika, Puger Mulyono mengatakan setelah bantuan ponsel, pihaknya berencana mengajukan proposal bantuan pelatihan servis handphone bagi para ODHA. Jadi tak hanya menjual, dia berharap ODHA pun punya ketrampilan dalam mengelola toko handphone, baik menjual maupun memperbaikinya.

“Kalau hanya jual tapi tak tahu mesin handphone kan bahaya juga. Itulah sebabnya kami ajukan proposal pelatihan servis handphone untuk ODHA. Atas rencana ini, perwakilan dari Dinas Sosial Jateng memberi sinyal positif,” ujarnya.

Sumber: http://www.solopos.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7832