A better strategic information for effecctive HIV - AIDS response in Indonesia   

Pilih Bahasa
(Select Interface Language)

English Indonesian
Google
 
Untuk Akses, Mohon Registrasi

Daftar Member Baru - Login Member
    HIV-tuberculosis co-infection is a global problem: resources need to be expanded and funding must be sustainable and predictable        PB IDI menyatakan bahwa kondom adalah alat kesehatan yang mampu mencegah penularan infeksi menular seksual (termasuk HIV) bila digunakan pada setiap kegiatan seks berisiko.        By enabling and empowering women to protect themselves and their partners with female condoms, we can begin saving lives and curbing the spread of HIV today.         Women need prevention now. They need access to the female condom and education on its use.        Indonesian AIDS Community (AIDS-INA) will use internet technologies for facilitating the dissemination and exchange of knowledge and experience in HIV/AIDS programme among all community members        Do you know that DFID provide £25 million in support of a large HIV and AIDS Programme in Indonesia started in 2005? Do you know where the fund have been allocated?        Apakah Menko KesRa atau Presiden SBY masih peduli terhadap penanggulangan penyakit menular, termasuk HIV-AIDS, TB, Malaria - di Indonesia? Indonesia sedang dalam kondisi sungguh sulit dengan dampak penularan yang terus meluas pada masyarakat yang miskin        Bila Konsep Akselerasi Upaya Penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia tidak difahami dengan BENAR dan Berbasis evidence, maka TIDAK AKAN berhasil menahan laju epidemi HIV di Indonesia. Itu yang terjadi sekarang!        Further evidence to support a recommendation for exclusive breastfeeding by HIV-positive mothers in resource-limited settings        Deliver TB and HIV services in the context of fully functioning primary health care systems to ensure cases are detected, prevention is available and treatment accessible and sustained        Reach the most vulnerable populations with TB and HIV services Now!        The HIV service providers need to do : screening for TB and starting isoniazid preventive therapy if there is no sign of active TB.        To fight AIDS we must do more to fight TB (Nelson Mandella, 2004)        Violence makes women more susceptible to HIV infection and the fear of violent male reactions, physical and psychological, prevents many women from trying to find out more about it, discourages them from getting tested and stops them from getting treatmen        People at high risk of HIV exposure should be tested every three to six months in identifying recently infected people then we have to be able to counsel them to modify high-risk sexual behavior and desist from transmitting the virus        About half of new HIV cases occur when the person transmitting the virus is in the early stages of infection and unlikely to know if he or she is HIV-positive        HIV/AIDS Epidemic in Indonesia: not one ( single) epidemic but many (multiple) (riono, pandu)        Combating HIV-AIDS requires more than prevention and treatment. It requires improving the conditions under which people are free to choose safer life strategies and conditions.        Para pecandu yang butuh alat suntik (insul) steril, hubungi LSM setempat - Lihat pada Jejaring Layanan        Kurangi Dampak Akibat Bencana Napza dengan Upaya Pemulihan Pecandu yang komprehensif (metadon, Jarums steril, tes HIV dan Hep C, Pengobatan dan Dukungan)        Treatment without prevention is simply unsustainable! Pengobatan saja tanpa upaya pencegahan yang serius dan sistematik sama saja BOHONG!        1 Desember: keprihatinan global atas kegagalan kita!        Gunakan alat suntik steril untuk hindari penularan HIV dan Hepatitis        Pakai kondom pada setiap kegiatan seks berisiko, dapat mencegah penularan HIV        HIV tidak mudah menular dari satu orang ke orang lain        Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) adalah institusi koordinasi BUKAN Pelaksana program atau Implementor!!        Profesi Kesehatan perlu terlibat dan dilibatkan secara aktif dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS        Perluasan Masalah HIV-AIDS di Indonesia TIDAK mungkin dibatasi oleh wilayah administratif tertentu saja        Hindari diskriminasi dan stigmatisasi pada orang rawan dan orang yang telah terkena HIV        AIDS adalah kenyataan, lakukan tes HIV bila ingin tahu status anda        AIDS-INA - Sarana komunitas AIDS Indonesia untuk menyampaikan gagasan serta tukar informasi    

Menu

Referensi
 Kliping
 Estimasi
 Data Kasus
 Artikel
 Publikasi
 Perpustakaan
 Daftar Istilah

Jejaring
 KPAP/KPAK
 LSM-Institusi
 Individu
 Layanan AIDS
 Website
 Laporan Keg.

Agenda
 Internasional
 Nasional

Informasi Dasar
  Adiksi
  Harm Reduction
  HIV-AIDS
  IMS/RTI
  Tes HIV

Translate with
Google Translate

Lilin Kenangan

Lilin Kenangan
Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"kaka Tercinta... Faisyal yang mengajari bagaimana cara kita menghargai ODHA sehat terus yahhh WE LOVE YOU seluruh ODHA di Indonesia "
oleh:
Fenny Fidrianty
Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Nyalakan Lilin Anda

Partisipasi Anda

 Umpan Balik
 Kirim Kegiatan
 Kirim berita
 Join Mailist aids-ina

Pencarian


Google

Yang sedang online

Saat ini ada
68 tamu, 0 anggota
dan
Hari ini dikunjungi oleh 646 tamu/anggota

Pengunjung

Site ini telah dikunjungi
18000466 kali
sejak August 2006

Donation & Report

AIDsina Production: for Healthly Community
Bangun Informasi AIDS untuk Semua Bersama Kami!
Bangun Informasi AIDS untuk Semua Bersama Kami!

Dukungan

Republik Indonesia

Departemen Kesehatan RI

AIDS Data Hub

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional

Ikatan Dokter Indonesia

Power by
PHP Nuke




[ Halaman Utama Download | Baru | Populer ]


Populer - Top 50
Tampilkan Terbaik: [ 10 - 25 - 50 | 1% - 5% - 10% ]


  Buku Pegangan Konselor HIV/AIDS  Populer
Deskripsi: Buku Pegangan Konselor
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 08-Jun-2007
Downloand: 8130
Kategori: HIV-AIDS

  PEDOMAN PELAYANAN KONSELING DAN TESTING HIV/AIDS SECARA SUKARELA 
Deskripsi: Tes dan konseling adalah pintu gerbang utama menuju pengobatan denga ARV yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan paripurna bagi ODHA dengan pendekatan holistik.Layanan konseling dan testing HIV & AIDS sukarela dapat dilakukan di berbagai layanan baik sarana kesehatan dan sarana kesehatan lainnya, yang dapat diselenggarakan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Layanan konseling dan testing HIV & AIDS sukarela agar mutu layanan dapat dipertanggungjawabkan.

Buku pedoman ini sebagai penatalaksanaan konseling dan testing HIV & AIDS menjagamutu layanan melalui penyediaan sumber daya dan manajemen yang sesuai serta memberi perlindungan dan konfidensialitas dalam pelayanan konseling dan testing HIV & AIDS. Buku ini juga menyediakan informasi yang diperlukan terkait dengan pengendalian HIV & AIDS.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Feb-2008
Downloand: 3718
Kategori: HIV-AIDS

  Klinik Infeksi Menular Seksual, Stardard Operasional Prosedur 
Deskripsi: Daftar Isi
  1. Standar minimum klinik IMS 1
  2. Standar minimal peralatan dan furniture di ruang laboratorium IMS 16
  3. Alur pasien klinik IMS 19
  4. Alur pemeriksaan laboratorium IMS 20
  5. Alur pemeriksaan sifilis 21
  6. Alur permintaan reagensia 22
  7. Alur profilaksis pasca pajanan 23
  8. Alur pengelolaan limbah 24
  9. SOP kewaspadaan standar klinik IMS 26
  10. SOP membuat larutan chlorine 0.5% 27
  11. SOP dekontaminasi bedgyn 28
  12. SOP DTT dengan merebus 29
  13. SOP administrasi klinik IMS 30
  14. SOP pengambilan darah vena 31
  15. SOP pengolahan sample darah 33
  16. SOP pemeriksaan klinik IMS 34
  17. SOP penggunaan speculum 37
  18. SOP penggunaan anuskopi 38
  19. SOP pengambilan sampel dan pembuatan preparat 39
  20. SOP milking 41
  21. SOP petugas laboratorium klinik IMS 42
  22. SOP pemeriksaan sediaan basah (NaCl 0.9% & KOH 10%) untuk identifikasi T. vaginalis, clue cells, bau amine & candida
  23. SOP pemeriksaan sediaan metilen blue untuk identifikasi diplococcus intraseluler dan PMN
  24. SOP pemeriksaan sifilis 48
  25. SOP kontrol kualitas preparat metilen blue 52
  26. SOP permintaan reagensia 54
  27. SOP pengobatan dan konseling 57
  28. SOP skintest injeksi benzatin penicillin 58
  29. SOP pemberian injeksi benzatin penicillin 59
  30. SOP syok anafilaktik 60
  31. SOP Profilaksis Pasca Pajanan 61
  32. SOP pengelolaan limbah 67

Lampiran
  1. Lampiran 1 : Catatan Medis STI
  2. Lampiran 2 : Lembar hasil pemeriksaan laboratorium IMS
  3. Lampiran 3 : Formulir laporan jumlah pemeriksaan
  4. Lampiran 4 : Formulir pencatatan suhu refrigerator
  5. Lampiran 5 : Kartu stock reagensia

Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jul-2007
Downloand: 3556
Kategori: STI

  Laporan Hasil Penelitian Prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi Pada WPS di Bandung, 2005 
Deskripsi: Sebuah laporan penelitian infeksi saluran reproduksi di Indonesia.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 04-Apr-2007
Downloand: 2366
Kategori: STI

  Klinik IMS dan VCT, Stardard Operasional Prosedur 
Deskripsi: Daftar Isi
  1. Standar minimum klinik IMS
  2. Standar minimum penyelenggaraan layanan VCT, Managemen Kasus, Kelompok Dukungan Sebaya, dan Program Hotline MSM ASA ? FHI
  3. Standar minimal peralatan dan furniture di ruang laboratorium IMS & VCT
  4. Alur pasien di klinik IMS - VCT ? MK
  5. Alur pemeriksaan laboratorium IMS & HIV
  6. Alur pemeriksaan sifilis
  7. Alur pemeriksaan anti-HIV
  8. Alur permintaan reagensia
  9. Alur profilaksis pasca pajanan
  10. Alur pengelolaan limbah
  11. SOP kewaspadaan standar klinik IMS & VCT
  12. SOP membuat larutan chlorine 0.5%
  13. SOP dekontaminasi bedgyn
  14. SOP DTT dengan merebus
  15. SOP administrasi klinik IMS
  16. SOP administrasi klinik VCT
  17. SOP pengambilan darah vena
  18. SOP pengolahan sample darah
  19. SOP pemeriksaan klinik IMS
  20. SOP penggunaan speculum
  21. SOP penggunaan anuskopi
  22. SOP pengambilan sampel dan pembuatan preparat
  23. SOP milking
  24. SOP kombinasi penyuluhan kelompok (group education) dan VCT
  25. SOP pelayanan konseling pra tes
  26. SOP petugas laboratorium klinik IMS & VCT
  27. SOP pemeriksaan sediaan basah (NaCl 0.9% & KOH 10%) untuk identifikasi T. vaginalis, clue cells, bau amine & candida
  28. SOP pemeriksaan sediaan metilen blue untuk identifikasi diplococcus intraseluler dan PMN
  29. SOP pemeriksaan sifilis
  30. SOP pemeriksaan anti-HIV
  31. SOP kontrol kualitas preparat metilen blue
  32. SOP kontrol kualitas pemeriksaan anti-HIV
  33. SOP permintaan reagensia
  34. SOP pengobatan dan konseling
  35. SOP skintest injeksi benzatin penicillin
  36. SOP pemberian injeksi benzatin penicillin
  37. SOP syok anafilaktik
  38. SOP Pelayanan konseling pasca test
  39. SOP pelayanan petugas manajemen kasus
  40. SOP Profilaksis Pasca Pajanan
  41. SOP pengelolaan limbah

Lampiran ? Lampiran :
  1. Lampiran 1 : Catatan Medis STI
  2. Lampiran 2 : Catatan Medis VCT
  3. Lampiran 3 : Catatan Medis MK
  4. Lampiran 4 : Formulir permintaan pemeriksaan anti-HIV
  5. Lampiran 5 : Formulir hasil pemeriksaan laboratorium VCT
  6. Lampiran 6 : Lembar hasil pemeriksaan laboratorium IMS
  7. Lampiran 7 : Lembar hasil pemeriksaan laboratorium VCT
  8. Lampiran 8 : Formulir laporan jumlah pemeriksaan
  9. Lampiran 9 : Formulir pencatatan suhu refrigerator
  10. Lampiran 10 : Kartu stock reagensia
  11. Lampiran 11 : Daftar peralatan klinik IMS
  12. Lampiran 12 : Cek list konseling pre test dan konseling post test

Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jul-2007
Downloand: 1902
Kategori: STI

  Buku Saku Staf Lapas/Rutan 
Deskripsi: Buklet
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 04-Apr-2007
Downloand: 1793
Kategori: Materi KIE

  Penanggulangan HIV-AIDS dan Penyalahgunaan Narkoba pada Lapas-Rutan di Indonesia (Sebuah Analisa) 
Deskripsi: Ssbuah hasil pertemuan konsultasi diantara Lapas dan Rutan di Indonesia dalam penanggulangan HIV-AIDS.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 15-Jan-2007
Downloand: 1765
Kategori: Kebijakan

  Modul Pelatihan Kerentanan Buruh Migran terhadap Penularan HIV/AIDS 
Deskripsi: Modul pelatihan dengan sasaran buruhmigran dalam rangka pengurangan risiko HIV-AIDS. Modul ini terdiri dari tiga bagian yaitu kerentanan buruh migran terhadapat penularan HIV/AIDS, predepature dan pengelolaan dana dan usaha.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 16-Jan-2007
Downloand: 1724
Kategori: HIV-AIDS

  10 Langkah Mengembangkan Kebijakan Publik 
Deskripsi: Pasal Pertama dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa semua manusia dilahirkan merdeka, memiliki martabat dan hak-hak yang sama. Pasal pembuka tersebut sekaligus menjadi inti dari Hak Asasi Manusia yakni tidak boleh ada pembedaan perlakuan pada siapapun, tidak boleh ada diskriminasi pada segenap manusia, siapapun dia.

Namun kenyataanya semangat anti diskriminasi tidak sekuat semangat kebalikannya. Kepentingan ekonomi dan kepentingan politik seringkali telah mengaburkan kepentingan kemanusiaan, bahkan dimana-mana dengan mengatasnamakan ?moral? dipakai untuk meruntuhkan moral kemanusiaan itu sendiri.

Diskriminasi terhadap orang-orang dengan HIV/AIDS merupakan contoh yang dapat dengan mudah kita saksikan. Permasalahan moralitas menjadi alasan utama mengapa mereka didiskriminasi.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 04-Apr-2007
Downloand: 1628
Kategori: HIV-AIDS

  Klinik VCT Layanan Dirujuk, Stardard Operasional Prosedur 
Deskripsi: Daftar Isi
  1. Standar minimum penyelenggaraan layanan VCT, Managemen Kasus, Kelompok Dukungan Sebaya, dan Program Hotline MSM ASA ? FHI
  2. Standar minimal peralatan dan furniture pada mobile pengambilan darah
  3. Alur pasien klinik VCT dengan layanan mandiri
  4. Alur Profilaksis Pasca Pajanan
  5. SOP pelayanan konseling pra tes
  6. SOP Pelayanan Petugas Pengambil Sampel Darah di Klinik VCT testing dirujuk
  7. SOP Pengambilan Darah & Penanganan Sampel untuk Dikirim
  8. SOP Pelayanan konseling pasca test
  9. SOP pelayanan petugas manajemen kasus
  10. SOP Profilaksis Pasca Pajanan

Lampiran
  1. Lampiran 1 : Checklist konseling pra dan pasca testing
  2. Lampiran 2 : Catatan Medis VCT
  3. Lampiran 3 : Catatan Medis MK
  4. Lampiran 4 : Formulir permintaan pemeriksaan anti-HIV

Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jul-2007
Downloand: 1598
Kategori: HIV-AIDS

  Infeksi Menular Seksual, Buku Saku 
Deskripsi: Buku
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jan-2007
Downloand: 1522
Kategori: Materi KIE

  Klinik VCT Layanan Mandiri, Stardard Operasional Prosedur 
Deskripsi: Daftar Isi
  1. Standar minimum penyelenggaraan layanan VCT, Managemen Kasus, Kelompok Dukungan Sebaya, dan Program Hotline MSM ASA ? FHI
  2. Standar minimal peralatan dan furniture di ruang laboratorium VCT
  3. Alur pasien klinik VCT dengan layanan mandiri
  4. Alur pemeriksaan anti-HIV
  5. Alur permintaan reagensia
  6. Alur profilaksis pasca pajanan
  7. Alur pengelolaan limbah
  8. SOP petugas administrasi klinik VCT
  9. SOP pelayanan konseling pra tes
  10. SOP pelayanan petugas laboratorium
  11. SOP petugas laboratorium
  12. SOP kewaspadaan standar klinik VCT
  13. SOP membuat larutan chlorine 0.5%
  14. SOP pengambilan darah vena
  15. SOP pengolahan sample darah
  16. SOP pemeriksaan anti-HIV
  17. SOP kontrol kualitas pemeriksaan anti-HIV
  18. SOP permintaan reagensia
  19. SOP Pelayanan konseling pasca test
  20. SOP pelayanan petugas manajemen kasus
  21. SOP profilaksis pasca pajanan
  22. SOP pengelolaan limbah

Lampiran
  1. Lampiran 1 : Checklist konseling pra dan pasca testing
  2. Lampiran 2 : Catatan Medis VCT
  3. Lampiran 3 : Catatan Medis MK
  4. Lampiran 4 : Formulir permintaan pemeriksaan anti-HIV
  5. Lampiran 5 : Formulir hasil pemeriksaan laboratorium VCT
  6. Lampiran 6 : Lembar hasil pemeriksaan laboratorium VCT
  7. Lampiran 7 : Formulir laporan jumlah pemeriksaan
  8. Lampiran 8 : Formulir pencatatan suhu refrigerator
  9. Lampiran 9 : Kartu stock reagensia

Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jul-2007
Downloand: 1312
Kategori: HIV-AIDS

  Rencana Penguatan Sistem dan Penyediaan Layanan Klinis Terkait HIV-AIDS di Lapas/Rutan 2007-2010 
Deskripsi: Tujuan Umum
Narapidana / tahanan mendapatkan layanan klinis terkait HIV/AIDS yang bermutu dan berkesinambungan sesuai dengan yang mereka butuhkan di lapas/rutan.

Tujuan Khusus
  1. Bagian Perawatan di Lapas / Rutan dapat menyediakan layanan klinis terkait HIV/AIDS yang berkualitas dan berkesinambungan
  2. Bagian Perawatan di Lapas / Rutan membentuk dan melaksanakan jejaring layanan kesehatan dengan penyedia layanan di luar lapas/rutan
  3. Ditjen Pemasyarakatan bersama dengan Kanwil membangun dan melaksanakan sistem kendali mutu dan bimbingan teknis di bidang layanan klinis secara regular ke bagian perawatan lapas /rutan
  4. Ukuran file: 0 bytes
    Dimasukkan: 26-Sep-2007
    Downloand: 1312
    Kategori: Kebijakan

  Pedoman Pelaksanaan Pengurangan Dampak Buruk Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) 
Deskripsi: Mengingat semakin pentingnya program yang lebih terpadu dan mengoptimalkan upaya scaling up untuk memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan sasaran utama kelompok pengguna Napza suntik dan pasangannya, Departemen Kesehatan memandang perlu untuk menerbitkan Buku Pedoman Pelaksanaan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS pada Pengguna Napza Suntik. Buku ini disusun dengan melibatkan berbagai instansi terkait dan menggunakan berbagai referensi dari dokumen dan buku-buku yang telah ada. Draft buku ini telah diujicobakan di 3 kota (DKI Jakarta, Bandung dan Makassar) untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak yang telah memiliki pengalaman langsung dalam intervensi di lapangan.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 18-Dec-2006
Downloand: 1265
Kategori: HIV-AIDS

  Laporan Hasil Penelitian Prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi Pada WPS di 7 Kota tahun 2003 
Deskripsi: Peneleltian mengenai prevalensi IMS pada WPS di 7 kota tahun 2003 dilakukan oleh Depkes bekerja sama dengan FHI
Ukuran file: 1.53 MB
Dimasukkan: 23-Aug-2006
Downloand: 1136
Kategori: STI

  Hepatitis A, B, C, Leaflet 
Deskripsi: Leafleat
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jan-2007
Downloand: 1115
Kategori: Materi KIE

  Klinik IMS dan VCT Mobile, Stardard Operasional Prosedur 
Deskripsi: Daftar Isi
  1. Standar minimum klinik Mobile
  2. Standar minimum mobile laboratorium dengan pemeriksaan sifilis
  3. Standar minimum Mobile laboratorium tanpa pemeriksaan sifilis
  4. Standar minimum Mobile laboratorium IMS & HIV
  5. Standar minimum Mobile laboratorium pemeriksaan HIV
  6. Alur pelayanan klinik mobile sama dengan klinik statis
  7. SOP Pelayanan Mobile Klinik IMS & VCT
  8. SOP mobile laboratorium dengan pemeriksaan sifilis
  9. SOP mobile laboratorium tanpa pemeriksaan sifilis
  10. SOP mobile laboratorium IMS & HIV
  11. SOP mobile laboratorium pemeriksaan HIV
  12. SOP mobile pengambilan darah
  13. SOP Pelayanan yang lain sama dengan klinik statis

Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jul-2007
Downloand: 1006
Kategori: STI

  Panduan Umum Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Program Dirbinsustik 
Deskripsi: Panduan umum ini disusun untuk menjadi acuan atau pegangan dalam pelaksanaan tugas monitoring dan evaluasi di lingkungan Direktorat Bina Khusus Narkotika - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Dengan adanya acuan / pegangan yang jelas diharapkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi (baik langsung maupun tidak langsung) menjadi makin berkualitas, dan pada akhirnya dapat dihasilkan suatu analisa dan telaahan yang tajam dan akurat untuk kepentingan perencanaan dan kebijakan selanjutnya
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 26-Sep-2007
Downloand: 994
Kategori: Kebijakan

  Laporan Hasil Penelitian Prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi Pada WPS di Bitung, 2003 
Deskripsi: Sebuah laporan penelitian infeksi saluran reproduksi di Indonesia.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 04-Apr-2007
Downloand: 952
Kategori: STI

  Kebijakan Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS dengan Harm Reduction 
Deskripsi: Permenko mengenai Harm reduction
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jan-2007
Downloand: 908
Kategori: Kebijakan

  Laporan Hasil Penelitian Prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi Pada WPS di Indonesia, 2005 
Deskripsi: Sebuah laporan penelitian infeksi saluran reproduksi di 10 kota pada tahun 2005.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 15-Jan-2007
Downloand: 747
Kategori: STI

  Sifilis (Waria), Leaflet 
Deskripsi: Leafleat
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jan-2007
Downloand: 720
Kategori: Materi KIE

  Laporan Hasil Penelitian Prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi Pada WPS di Jayapura, 2003 
Deskripsi: Sebuah laporan penelitian infeksi saluran reproduksi di Indonesia.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 04-Apr-2007
Downloand: 704
Kategori: STI

  Gonore (LSL), Leaflet 
Deskripsi: Leafleat
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jan-2007
Downloand: 628
Kategori: Materi KIE

  AIDS dan Penggunaan Suntikan pada Pecandu Narkoba, Leaflet 
Deskripsi: Leafleat
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jan-2007
Downloand: 626
Kategori: Materi KIE

  Laporan Hasil Penelitian Prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi Pada WPS di Banyuwangi, 2003 
Deskripsi: Sebuah laporan penelitian infeksi saluran reproduksi di Indonesia.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 04-Apr-2007
Downloand: 597
Kategori: STI

  Review of the Health Sector Response to HIV and AIDS in Indonesia 2007 
Deskripsi: As part of the process of development of the National Strategic Plan on HIV/AIDS for 2007-2011, the Ministry of Health and the World Health Organization (WHO), in collaboration with a range of partners, organized, from 5 to 17 February 2007, a review of the health sector response to the HIV epidemic in Indonesia. The overall objective was to review progress in the national AIDS programme, especially in areas related to the health sector response, and recommend appropriate measures towards revision of interventions and strategies.

The review team comprised ten international experts, six representatives from civil society, networks of nongovernmental organizations (NGOs) and people living with HIV/AIDS (PLHA), five representatives from bilateral donors and 27 facilitators from the Sub-directorate HIV/AIDS and sexually transmitted infections (STI), Directorate General of Disease Control and Environmental Health (DC & EH), Ministry of Health, and WHO.

The methods used were desk review of formal and informal documentation, focus group discussions and semi-structured interviews. Members of the review team and facilitators were deployed to six areas as follows: Jakarta, Papua (Merauke, Wamena, Timika and Jayapura), Bali (Denpasar), West Kalimantan and East Java (Surabaya and Bayuwangi). The teams visited five provincial AIDS commissions, six district AIDS commissions, 22 hospitals, both at regional and district levels, 16 community health centres (Puskesmas), two prisons (West Kalimantan and Bali), nine PLHA groups, seven self-help groups of injecting drug users (IDUs), 13 brothels and four self-help groups of men who have sex with men (MSM) and the transgender.

Key findings
The HIV epidemic in Indonesia is among the fastest growing in Asia although the aggregate HIV prevalence among adults (15-49 years of age) is still low (0.16%). An estimated 193 000 people were living with HIV as of 2006. The epidemic remains concentrated, in most parts of the country, among groups at high risk: populations sharing injecting equipment and engaging in unprotected sex. It has reached high levels among populations at high risk, such as IDUs, with 70.8% in Depok, Jakarta, and female sex workers (FSWs), with 22.8% in West Irian Jaya. Recent unpublished data suggest that Papua may be experiencing an emerging generalized epidemic with HIV prevalence several times the national average. Since the first AIDS case was reported in 1987 in Bali, HIV has affected all of Indonesia. Currently, 32 provinces and 169 districts have reported AIDS cases.

The national commitment to respond effectively to the epidemic is strong. An impressive expansion of the response to the epidemic has been seen In the last two to three years but major disparities exist: geographical, the nature and size of the epidemic, health systems capacity, and available resources. A number of sound strategies and interventions were in place to control the epidemic but, on the whole, coverage remains insufficient
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 27-Sep-2007
Downloand: 585
Kategori: HIV-AIDS

  Laporan Nasional Kegiatan Estimasi Populasi Dewasa Rawan Terinfeksi HIV Tahun 2006 
Deskripsi: Pada tahun 2006, dilakukan pendekatan yang agak berbeda dengan tahun 2004 yaitu dengan menghimpun data dari kabupaten/kota seluruh Indonesia. Data yang terkumpul tersebut diolah sedemikian rupa dengan pendekatan kabupaten/kota. Hasil sementara kemudian disosialisasikan kepada pihak terkait untuk memperoleh tanggapan dan masukan. Selanjutnya proses finalisasi dilakukan setelah masukan dan tanggapan diperoleh.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 16-Feb-2007
Downloand: 578
Kategori: HIV-AIDS

  Rapid Situations and Responses Assessment Penyebaran HIV/AIDS pada Kalangan Penasun di Jabar 
Deskripsi:
Hingga Juni 2005, terdapat 1310 kasus HIV/AIDS di Jawa Barat. Secara nasional, Jawa Barat termasuk ranking keempat provinsi dengan kasus HIV/AIDS terbanyak di Indonesia, setelah DKI Jakarta, Papua, dan Jawa Timur. Diperkirakan bahwa sekitar 60% dari kasus-kasus tersebut berasal dari kelompok Penasun. Akan tetapi, kasus-kasus tersebut dianggap belum menunjukkan keadaan yang sesungguhnya. Selain adanya fenomena gunung es dalam persebaran HIV/AIDS, komunitas penasun dan penderita HIV/AIDS pada umumnya sangat tertutup karena stigma sosial dan kejaran hukum.

 

Rapid situation and response assessment (RSRA) penyebaran HIV/AIDS di kalangan penasun di 10 wilayah Jawa Barat dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual penasun dan sekaligus mengukur kondisi aktual kebijakan dan aktivitas lembaga-lembaga (pemerintah dan non-pemerintah) yang memberi respon terhadap situasi penasun. Pemahaman tentang situasi penasun dan respon lembaga-lembaga sangat penting terutama sebagai bahan informasi dan refleksi untuk perbaikan dan peningkatan program kerja lembaga-lembaga tersebut dalam membendung epidemi HIV/AIDS di kalangan penasun di Jawa Barat di masa-masa mendatang (riset aksi).

 

RSRA dilakukan di 10 wilayah Jawa Barat yang estimasi tingkat kenaikan jumlah penasun dan prevalensi HIV/AIDS–nya cukup tinggi yaitu: Kota Bandung, Kab. Bandung, Cimahi, Tasikmalaya, Cirebon, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Karawang dan Cianjur. Pengambilan data lapangan berlangsung sejak pertengahan Desember 2005 hingga pertengahan Februari 2006. Untuk mendapatkan data SKEPO bekerjasama dengan LSM-LSM potensial yang terdapat di kesepuluh wilayah tersebut. Para mitra lokal diketahui sudah mengembangkan berbagai kerja penanganan untuk para pengguna narkoba dan penyandang HIV/AIDS (ODHA).


Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 23-May-2008
Downloand: 575
Kategori: Narkoba

  Behavioral Surveillance Survey (BSS) Result in Indonesia, 2004-2005 
Deskripsi: Survei surveilans perilaku di Indonesia yang dilaksanakan oleh BPS bekerja sama dengan Depkes RI
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 04-Apr-2007
Downloand: 562
Kategori: HIV-AIDS

  Bersama Kita Bisa 
Deskripsi: Leafleat
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 04-Apr-2007
Downloand: 562
Kategori: Materi KIE

  Udah Nggak Nahan Jajan Sembarangan sssttttttt……!!!! Jangan Lupa Pake Pengaman 
Deskripsi: Stiker untuk WPS
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 27-Sep-2007
Downloand: 532
Kategori: Materi KIE

  Sifilis (LSL), Leaflet 
Deskripsi: Leafleat
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jan-2007
Downloand: 509
Kategori: Materi KIE

  AIDS-HIV-PMS 
Deskripsi: Informasi mengenai HIV-AIDS dan PMS
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 16-Jan-2007
Downloand: 494
Kategori: Materi KIE

  Hepatitis (LSL), Leaflet 
Deskripsi: Leafleat
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jan-2007
Downloand: 488
Kategori: Materi KIE

  Laporan Hasil Penelitian Prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi Pada WPS di Bitung, 2005 
Deskripsi: Sebuah laporan penelitian infeksi saluran reproduksi di Indonesia.
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 04-Apr-2007
Downloand: 483
Kategori: STI

  Panduan Praktek Penjangkauan untuk Peer Leader 
Deskripsi: Buku
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jan-2007
Downloand: 460
Kategori: Materi KIE

  Jengger Ayam (LSL), Leaflet 
Deskripsi: Leafleat
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 29-Jan-2007
Downloand: 458
Kategori: Materi KIE

  Pengurangan Dampak Buruk Napza Suntik Panduan bagi Puskesmas 
Deskripsi:
Sebagaimana kita ketahui bahwa prevalensi HIV/AIDS di Jawa Barat cukup tinggi dan peningkatan populasi pengidap HIV terjadi pada kelompok pengguna napza dengan cara suntik (penasun) yaitu sebesar 62%. Hal ini tentunya akan berdampak pula pada kesehatan masyarakat secara umum karena para penasun berada di tengah masyarakat dan berinteraksi dengan masyarakat umum. Ini merupakan ancaman nyata karena tiap tahun angka pengidap HIV semakin meningkat baik di kalangan kelompok perilaku resiko tinggi sebagaimana dengan kelompok pasangannya yang tidak berperilaku resiko tinggi.

 

Pada gilirannya, pencapaian Visi Jawa Barat yaitu, “Dengan Iman dan Taqwa, Jawa Barat sebagai Provinsi Termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibu Kota Negara tahun 2010” akan mendapat tantangan berat akibat dampak dari epidemi ini terhadap peningkatan  kualitas sumber daya manusia. Di sisi lain, penanggulangan masalah-masalah napza yang telah dilakukan selama ini masih perlu terus dikembangkan sehingga penurunan prevalensi HIV di kalangan penasun dapat dikendalikan. Program penanggulangan napza yang terbukti ampuh dalam mengendalikan epidemi HIV di berbagai belahan dunia dikenal dengan istilah pengurangan dampak buruk (harm reduction).

 

Program-program pengurangan dampak buruk mulai dilaksanakan di Jawa Barat sejak tahun 2004 sebagai respon dari percepatan kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun. Namun intervensi yang dilakukan langsung kepada penasun ini masih dirasakan kurang karena hanya mencakup kurang dari 20% dari populasi rawan. Untuk dapat mengendalikan epidemi, intervensi harus dapat mencakup minimal 75% dari total populasi. Diperkirakan pada tahun 2005 di Jawa Barat populasi penasun sebanyak 9,000 orang yang tersebar dalam jumlah besar di 15 kabupaten kota.

 

Untuk itu penyusunan Buku Panduan Pengurangan Dampak Buruk Napza Suntik bagi Puskesmas dalam rangka meningkatkan cakupan program pengurangan dampak buruk di Jawa Barat menjadi sangat penting mengingat program ini cukup berhasil dilaksanakan di Kota Bandung. Sehingga rencana aksi ini dapat  menjadi pedoman bagi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dalam penanggulangan HIV/AIDS di Jawa Barat.


Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 23-May-2008
Downloand: 444
Kategori: Narkoba

  Estimasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten/Kota Provinsi Bali Tahun 2007 
Deskripsi: Laporan mengenai estimasi ODHA di Propinsi Bali sebagai koreksi dari estimasi yang dilakukan oleh KPA Nasional
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 19-Feb-2007
Downloand: 428
Kategori: HIV-AIDS

  National Strategy Prevention and Control HIV/AIDS and Drugs Abuse Indonesian Correction and Detentio 
Deskripsi: Lapas
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 04-Apr-2007
Downloand: 428
Kategori: Kebijakan

  Injek BekasGak Dipake! Injek Baru lebih Oke 
Deskripsi: Stiker untuk Penasun
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 27-Sep-2007
Downloand: 426
Kategori: Materi KIE

  Insul Steril? Itu Harus! Insul Bekas? Banyak Virus! 
Deskripsi: Stiker untuk Penasun
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 27-Sep-2007
Downloand: 418
Kategori: Materi KIE

  Ujan Gerimis Hari Jumat, Si Jablay Laris Kalo Sehat 
Deskripsi: Stiker untuk WPS
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 27-Sep-2007
Downloand: 416
Kategori: Materi KIE

  Pedoman Nasional Terapi Antiretroviral pada Orang Dewasa dan Remaja 
Deskripsi:
Infeksi Human Immuno Deficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV dan AIDS) dalam 4 tahun terakhir semakin nyata menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dan telah mengalami perubahan dari epidemi rendah menjadi epidemi terkonsentrasi. Hasil survei pada subpopulasi tertentu menunjukkan prevalensi HIV di beberapa propinsi telah melebihi 5% secara konsisten. Berdasarkan hasil estimasi oleh Departemen Kesehatan (Depkes) pada tahun 2006 diperkirakan terdapat 169.000 -216.000 orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Indonesia.

Pada era sebelumnya upaya penanggulangan HIV dan AIDS diprioritaskan pada upaya pencegahan. Dengan semakin meningkatnya pengidap HIV dan kasus AIDS yang memerlukan terapi antiretroviral (ARV), maka strategi penanggulangan HIV dan AIDS dilaksanakan dengan memadukan upaya pencegahan dengan upaya perawatan, dukungan serta pengobatan. Dalam memberikan kontribusi 3 by 5 initiative global yang dicanangkan oleh World Health Organization (WHO) di UNAIDS, Indonesia secara nasional telah memulai terapi antiretroviral (terapi ARV) pada tahun 2004.

Departemen Kesehatan telah menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 1190 tahun 2004 tentang Pemberian Obat Gratis Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan Obat Anti Retroviral (ARV) untuk HIV dan AIDS. Untuk merespon situasi tersebut dan menyimak beberapa permasalahan di atas, telah diterbitkan Pedoman Nasional Terapi Antiretroviral pada tahun 2004. Berdasarkan perkembangan teknologi pengobatan, sebagai penjabaran Keputusan Menteri Kesehatan, dan merujuk pada Pedoman terapi ARV WHO terbaru, maka buku Pedoman Nasional Terapi Antiretroviral tersebut direvisi menjadi Pedoman Nasional Terapi Antiretroviral Edisi Kedua tahun 2007, agar dapat menjadi acuan bagi semua pihak yang terkait dalam penanggulangan HIV dan AIDS khususnya terapi antiretroviral. Buku ini juga melengkapi buku Pedoman Nasional Perawatan Dukungan dan Pengobatan bagi ODHA yang telah ada sebelumnya.

Akhirnya kepada semua tim penyusun dan semua pihak yang telah berperan serta dalam pernyusunan dan penyempurnaan buku ini disampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Terima kasih juga ditujukan kepada WHO dan Global Fund – AIDS TB Malaria (GF-ATM) atas bantuan dan kerjasama yang baik.

Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 09-Jul-2008
Downloand: 416
Kategori: HIV-AIDS

  Ateng Makan Oncom, Ganteng Gak Gantek Harus Pake Kondom 
Deskripsi: Stiker untuk WPS
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 27-Sep-2007
Downloand: 414
Kategori: Materi KIE

  Laporan Eksekutif, Program Penanggulangan HIV dan AIDS Lapas/Rutan di Indonesia 
Deskripsi: Epidemi HIV di Indonesia saat ini terkonsentrasi di sejumlah populasi risiko tinggi dan dalam tahun-tahun terakhir sebagian besar perluasan dari epidemi ini dipicu oleh pemakaian narkoba suntik. Salah satu sub populasi yang memiliki risiko terkena infeksi HIV adalah napi/tahanan. Kondisi ini disebabkan karena napi/tahanan kasus narkoba masih berpotensi menggunakan jarum suntik secara ilegal, praktek tato secara sembunyi-sembunyi, serta karena tingkat hunian yang sangat padat yang memungkinkan terjadinya seks tidak aman di kalangan narapidana/tahanan, di sisi lain layanan kesehatan yang kurang memadai.

Sebagai contoh kondisi di Provinsi DKI Jakarta, Pada tahun 2006, sekitar 60%-65% narapidana dipidana karena melanggar hukum kepemilikan/penggunaan narkoba, dan 72,5% di antaranya adalah pemakai narkoba. Angka kematian tertinggi di Lapas/Rutan ada di kalangan pemakai . Sebanyak 90% dari narapidana yang meninggal di propinsi DKI Jakarta adalah pemakai narkoba. Di seluruh Indonesia, 70-75% dari 813 napi yang meninggal di Lapas/Rutan pada tahun 2006 merupakan napi yang dipidana karena pelanggaran kepemilikan/penggunaan narkoba. Sektiar 29% dari total populasi Lapas/Rutan pada tahun 2006 adalah napi yang menjalani hukuman akibat kejahatan terkait dengan narkoba. Penyebab umum kematian disebabkan oleh infeksi pernafasan, TB, hepatitis dan diare kronis-semua ini adalah kondisi yang terkait Lapas/Rutan belum mempunyai sumberdaya dan kapasitas teknis yang memadai untuk menangani masalah kesehatan seperti ini. Penambahan jumlah tenaga medis dan petugas kesehatan di LP/Rutan tidak sebanding dengan peningkatan jumlah Napi/Tahanan. Sebagai contoh jumlah orang yang dipidana di Jakarta meningkat dari 10.140 di tahun 2005 menjadi 19.652 di tahun 2006. Lonjakan ini menyulitkan staf kesehatan dan sumber daya kesehatan, yang sebenarnya sudah sangat terbatas.

Untuk merespon hal ini, sejak tahun 2003 Program Penanggulangan HIV dan AIDS mulai dilaksanakan di Lapas/Rutan di DKI Jakarta oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Departemen Hukum dan HAM di bawah koordinasi KPA Nasional, didukung oleh FHI-ASA dan IHPCP. Pada masa ini intervensi menitik beratkan pada usaha preventif melalui komunikasi perubahan perilaku selanjutnya disingkat KPP, dan layanan pengurangan risiko penggunaan Narkoba.

Mulai tahun 2005, Ditjenpas melalui dukungan FHI-ASA dan IHPCP mulai memperluas cakupan LP/Rutan dengan intervensi yang lebih komprehensif.

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum tentang rencana nasional dalam upaya pencegahan dan perawatan HIV dan AIDS di Lapas/Rutan, mitra kerja yang terlibat, aktivitas yang telah dilakukan dan pencapaiannya, kesulitan, keterbatasan dan tantangan yang dihadapi, serta rencana tindakan selanjutnya
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 26-Sep-2007
Downloand: 407
Kategori: HIV-AIDS

  Situasi Perilaku Berisiko Tertular HIV 2004-2005 di Indonesia 
Deskripsi: Survei surveilans perilaku di Indonesia yang dilaksanakan oleh BPS bekerja sama dengan Depkes RI
Ukuran file: 13.61 MB
Dimasukkan: 23-Aug-2006
Downloand: 403
Kategori: HIV-AIDS

  Join Insul? Janagn Ah.. Mau Insul Baru? Gampang Kok.. 
Deskripsi: Stiker untuk Penasun
Ukuran file: 0 bytes
Dimasukkan: 27-Sep-2007
Downloand: 396
Kategori: Materi KIE

  Estimasi Nasional Infeksi HIV pada Orang Dewasa di Indonesia Tahun 2002 
Deskripsi: Estimasi populasi berisiko HIV-AIDS yang dikerluarkan oelh Depkes RI tahun 2002
Ukuran file: 463.87 Kb
Dimasukkan: 23-Aug-2006
Downloand: 394
Kategori: HIV-AIDS

    ilahi Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
To Facilitate a Network for HIV-AIDS Worker in Indonesia