Hakim Belum Tunduk Dengan SE MA No.4/2010
Tanggal: Monday, 20 December 2010
Topik: Narkoba


Hari ini Salah seorang Hakim di Pengadilan Negeri Medan kembali mengesampingkan Hak Mendapatkan Perawatan dan Rehabilitasi narkotika bagi penyalahguna narkotika.

Sejak dua bulan terakhir kami dari Cordia Medan telah berusaha mendampingi seorang anak yang masih bersekolah dan berusia 16 tahun yang kedapatan akan menggunakan narkotika jenis ganja yang berdasarkan penyelidikan dan penyidikan polisi ganja tersebut bukan merupakan milik anak ini tapi merupakan milik temanya yang DPO. Dalam penangkapan tersebut polisi berhasil menyita 1 linting ganja yang telah dihisap. Menurut polisi beratnya sekitar 1,3 gram.

Menurut kami dari Cordia dan Pengacara dari sebuah LSM Perlindungan yang kami dan keluarga tunjuk si anak ini seharusnya memiliki hak untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan oleh negara mengingat anak ini masih bersekolah, ada kebijakan yang mendukung (SE MA No.04/2010 dan bila dilihat dari tingkat kecanduannya si anak masih pada tingkat coba-coba ataupun abuser.

Namun usaha yang telah kami lakukan berbulan-bulan untuk mengadvokasi hal ini kembali dimentahkan oleh sang Hakim di Pengadilan Negeri Medan yang bernama Wahidin dengan memberikan hukuman penjara selama 8 bulan kepada si anak tanpa memperhatikan si anak yang masih sekolah,kepentingan terbaik buat si anak, dan hak perawatan dan pemulihan.
Sebagai pendamping anak saya benar-benar kecewa dengan putusan hakim ini.

Melalui forum ini saya berharap isu ini benar2 bisa kita perjuangkan bersama. Saya juga berharap mendapat dukungan dari teman-teman yang peduli terhadap permasalahan ini. Mengingat kita belum bisa berharap banyak dengan SE MA dan UU Narkotika yang sudah ada.

Salam,
Riki (Outreach Worker - Case Managert - Konselor VCT di Codia Caritas Medan)




[ Kembali ]

Artikel dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=3760