A better strategic information for effecctive HIV - AIDS response in Indonesia   

Pilih Bahasa
(Select Interface Language)

English Indonesian
Google
 
Untuk Akses, Mohon Registrasi

Daftar Member Baru - Login Member
    HIV-tuberculosis co-infection is a global problem: resources need to be expanded and funding must be sustainable and predictable        PB IDI menyatakan bahwa kondom adalah alat kesehatan yang mampu mencegah penularan infeksi menular seksual (termasuk HIV) bila digunakan pada setiap kegiatan seks berisiko.        By enabling and empowering women to protect themselves and their partners with female condoms, we can begin saving lives and curbing the spread of HIV today.         Women need prevention now. They need access to the female condom and education on its use.        Indonesian AIDS Community (AIDS-INA) will use internet technologies for facilitating the dissemination and exchange of knowledge and experience in HIV/AIDS programme among all community members        Do you know that DFID provide £25 million in support of a large HIV and AIDS Programme in Indonesia started in 2005? Do you know where the fund have been allocated?        Apakah Menko KesRa atau Presiden SBY masih peduli terhadap penanggulangan penyakit menular, termasuk HIV-AIDS, TB, Malaria - di Indonesia? Indonesia sedang dalam kondisi sungguh sulit dengan dampak penularan yang terus meluas pada masyarakat yang miskin        Bila Konsep Akselerasi Upaya Penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia tidak difahami dengan BENAR dan Berbasis evidence, maka TIDAK AKAN berhasil menahan laju epidemi HIV di Indonesia. Itu yang terjadi sekarang!        Further evidence to support a recommendation for exclusive breastfeeding by HIV-positive mothers in resource-limited settings        Deliver TB and HIV services in the context of fully functioning primary health care systems to ensure cases are detected, prevention is available and treatment accessible and sustained        Reach the most vulnerable populations with TB and HIV services Now!        The HIV service providers need to do : screening for TB and starting isoniazid preventive therapy if there is no sign of active TB.        To fight AIDS we must do more to fight TB (Nelson Mandella, 2004)        Violence makes women more susceptible to HIV infection and the fear of violent male reactions, physical and psychological, prevents many women from trying to find out more about it, discourages them from getting tested and stops them from getting treatmen        People at high risk of HIV exposure should be tested every three to six months in identifying recently infected people then we have to be able to counsel them to modify high-risk sexual behavior and desist from transmitting the virus        About half of new HIV cases occur when the person transmitting the virus is in the early stages of infection and unlikely to know if he or she is HIV-positive        HIV/AIDS Epidemic in Indonesia: not one ( single) epidemic but many (multiple) (riono, pandu)        Combating HIV-AIDS requires more than prevention and treatment. It requires improving the conditions under which people are free to choose safer life strategies and conditions.        Para pecandu yang butuh alat suntik (insul) steril, hubungi LSM setempat - Lihat pada Jejaring Layanan        Kurangi Dampak Akibat Bencana Napza dengan Upaya Pemulihan Pecandu yang komprehensif (metadon, Jarums steril, tes HIV dan Hep C, Pengobatan dan Dukungan)        Treatment without prevention is simply unsustainable! Pengobatan saja tanpa upaya pencegahan yang serius dan sistematik sama saja BOHONG!        1 Desember: keprihatinan global atas kegagalan kita!        Gunakan alat suntik steril untuk hindari penularan HIV dan Hepatitis        Pakai kondom pada setiap kegiatan seks berisiko, dapat mencegah penularan HIV        HIV tidak mudah menular dari satu orang ke orang lain        Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) adalah institusi koordinasi BUKAN Pelaksana program atau Implementor!!        Profesi Kesehatan perlu terlibat dan dilibatkan secara aktif dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS        Perluasan Masalah HIV-AIDS di Indonesia TIDAK mungkin dibatasi oleh wilayah administratif tertentu saja        Hindari diskriminasi dan stigmatisasi pada orang rawan dan orang yang telah terkena HIV        AIDS adalah kenyataan, lakukan tes HIV bila ingin tahu status anda        AIDS-INA - Sarana komunitas AIDS Indonesia untuk menyampaikan gagasan serta tukar informasi    

Menu

Referensi
 Kliping
 Estimasi
 Data Kasus
 Artikel
 Publikasi
 Perpustakaan
 Daftar Istilah

Jejaring
 KPAP/KPAK
 LSM-Institusi
 Individu
 Layanan AIDS
 Website
 Laporan Keg.

Agenda
 Internasional
 Nasional

Informasi Dasar
  Adiksi
  Harm Reduction
  HIV-AIDS
  IMS/RTI
  Tes HIV

Translate with
Google Translate

Lilin Kenangan

Lilin Kenangan
Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"Aku, Kamu, Kita, Mereka semua sama. Tuhan tidak pernah memilah dan membedakan."
oleh:
Achmad Fauzi
Jawa Timur

Nyalakan Lilin Anda

Partisipasi Anda

 Umpan Balik
 Kirim Kegiatan
 Kirim berita
 Join Mailist aids-ina

Pencarian


Google

Yang sedang online

Saat ini ada
54 tamu, 0 anggota
dan
Hari ini dikunjungi oleh 690 tamu/anggota

Pengunjung

Site ini telah dikunjungi
18024504 kali
sejak August 2006

Donation & Report

AIDsina Production: for Healthly Community
Bangun Informasi AIDS untuk Semua Bersama Kami!
Bangun Informasi AIDS untuk Semua Bersama Kami!

Dukungan

Republik Indonesia

Departemen Kesehatan RI

AIDS Data Hub

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional

Ikatan Dokter Indonesia

Power by
PHP Nuke

Narkoba

Cari pada Topik Ini:   
[ Kembali ke Halaman Depan | Pilih Topik Baru ]
Kliping: Jumlah ODHA di Soloraya Melonjak Tajam
Topik: Narkoba
Solopos.com, 25 Agustus 2013

SOLO - Jumlah orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Soloraya mengalami peningkatan tajam. Hanya dalam waktu tujuh tahun, jumlah ODHA yang mendapatkan pendampingan naik hingga 2.000 persen lebih.

Menurut catatan Komunitas Gaya Mahardika, pada 2006 lalu jumlah ODHA yang ditemukan sejumlah komunitas kemudian diberi pendampingan hanya sekitar 46 orang. Setelah tujuh tahun lebih, jumlah ODHA di Soloraya yang mendapat pendampingan naik menjadi 1.032 orang.

“Tinggi sekali kan? Jumlah itu masih sedikit karena ODHA itu kan seperti juga fenomena gunung es. Yang tak mendapat pendampingan justru banyak sekali,” ujar Koordinator Komunitas Gaya Mahardika Solo, Yudi Mahardika kepada Solopos.com, beberapa waktu lalu.

Menyandang label ODHA untuk saat ini sambung Yudi mendatangkan banyak masalah terutama dari kalangan keluarga dan masyarakat. konsekuensi dikucilkan sudah terbayang di mata. Itulah sebabnya banyak ODHA yang enggan berterus terang dan memilih menyembunyikan problem kesehatannya. Risiko bagi para ODHA yang tidak mendapat pendampingan menurut Yudi tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri namun juga oleh masyarakat.

“Biasanya yang tak mendapat pendampingan juga kesulitan dalam hal pengobatan. Sedang untuk risiko di masyarakat ya macam-macam. Saya sendiri tak berani membayangkan,” tuturnya.

Langkah Dinas Sosial Jateng memberi bantuan 25 unit handphone kepada penyandang ODHA yang menjadi dampingan Komunitas Gaya Mahardika menurut Yudi merupakan langkah yang patut diapresiasi. Dengan bantuan tersebut bisa sedikit memberi suntikan kepada para ODHA agar tetap semangat untuk tetap berkarya dan bekerja.

Senada dengan Yudi, Manajer Kasus Komunitas ODHA Gaya Mahardika, Puger Mulyono mengatakan setelah bantuan ponsel, pihaknya berencana mengajukan proposal bantuan pelatihan servis handphone bagi para ODHA. Jadi tak hanya menjual, dia berharap ODHA pun punya ketrampilan dalam mengelola toko handphone, baik menjual maupun memperbaikinya.

Dikirim oleh toto pada (998 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 5)

    
Kliping: Tamu tak Suka Pakai Kondom Risiko Pekerjaan 'Ayam Kampus'
Topik: Narkoba
TRIBUNNEWS.COM, 24 Agustus 2013

KUPANG - Ada korelasi antara aktivitas pekerja seks dan jumlah pengidap HIV atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Kupang, NTT, yang persentasenya terus menanjak.

Data yang diperoleh Pos Kupang (Tribun Network) dari Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPAD) Kota Kupang menggambarkan, morbiditas jumlah kasus penderita HIV/AIDS di Kota Kupang sangat bervarian menurut profesi atau pekerjaan.

Dari total jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Kupang, hingga 2013 ada 489 penderita HIV/AIDS, lima persen di antaranya adalah mahasiswa/mahasiswi.

Meskipun persentasenya kecil, keterlibatan oknum mahasiswi dalam praktik prostitusi di Kupang dengan menjadi 'ayam kampus', perlu dicermati karena latar belakang ekonomi.

Demi Biaya Studi

Ike (21), nama samaran, oknum mahasiswi semester V sebuah perguruan tinggi di Kota Kupang; dan Lisa (22), juga nama samaran), mahasiswi jurusan ilmu sosial pada sebuah perguruan tinggi di Kota Kupang, ketika diwawancari Pos Kupang, Jumat (23/8/2013), mengaku sebagai 'ayam kampus'.

"Ya, mau bagaimana lagi. Kami berdua terpaksa melakukan 'gituan' untuk membantu membiayai studi di perguruan tinggi," tutur Ike, yang tinggal di sebuah rumah kos di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

"Saya sudah dua tahun kuliah di Kupang. Beberapa teman oknum mahasiswi saya juga bisa 'dipakai' melayani tamu," ungkap Ike.

Gadis berkulit kuning langsat, secara gamblang mengaku mengenakan tarif hingga Rp 1 juta untuk sekali kencan.

"Tapi kalau diajak bermalam, biasanya tamu memberikan uang hingga Rp 2 juta. Biasanya, kami booking hotel bintang di Kota Kupang dengan membayar tarif hotel di atas Rp 500 ribu per malam," papar Ike.

Ike mengaku tidak sembarangan menerima pesanan tamu. Ia hanya mau menerima tamu 'berkelas'.

Sementara Lisa, mahasiswi semester VII, mengaku jika melayani tamu (short time), biasanya menetapkan bayaran Rp 500 ribu.

"Kalau bermalam di hotel biasanya tamu memberikan uang Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Jika pelayanan memuaskan dengan memberikan layanan plus, maka tamu biasanya memberikan lagi tambahan tip," aku Lisa dan Ike.

Ike dan Lisa mengaku umumnya tamu yang mereka layani tidak suka menggunakan kondom.

Dikirim oleh toto pada (1629 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 5)

    
Kliping: Aktor kena AIDS, syuting film porno ditunda
Topik: Narkoba
Merdeka.com, 23 Agustus 2013

Industri film dewasa di San Fernando Valley, di Negara Bagian California, Amerika Serikat, mengumumkan telah menunda pembuatan film-film porno mereka dua hari lalu, setelah seorang aktor terbukti positif AIDS usai dilakukan tes. Aktor itu belum bisa diidentifikasi dan tidak dikatakan kapan tes itu dilakukan

Pasangan seks aktor itu saat ini juga sedang diuji oleh tim dokter bersama dengan tim dari Kesehatan Produksi dan Layanan keselamatan Film Dewasa, yang bekerja sama dengan industri film porno, seperti dilansir surat kabar the Washington Post, Kamis (22/8).

"Penundaan ini akan dicabut setelah risiko penularan telah dihilangkan," kata Diane Duke, direktur eksekutif Koalisi Kebebasan Berbicara, yang merupakan sebuah asosiasi dagang nirlaba industri pornografi dan hiburan dewasa di Amerika Serikat.

Namun, dia menjelaskan aktor itu tidak dipercaya dirinya telah terinfeksi saat pembutan sebuah film.

San Fernando Valley menjadi wilayah perintis yang memproduksi film-film dewasa pada 1970, dan sejak itu telah menjadi rumah bagi industri pornografi bernilai multi-miliar dolar Amerika.

Industri film porno di San Fernando Valley pernah melakukan tindakan penundaan serupa pada tahun lalu setelah belasan pemainnya terinfeksi wabah sifilis.

Penundaan terbaru ini dengan cepat menarik tanggapan dari penentang industri pornografi, di antaranya Michael Weinstein, dari Yayasan Kesehatan AIDS. Pihaknya berhasil melobi pemilih pada tahun lalu untuk mengadopsi sebuah peraturan di mana para aktor harus menggunakan kondom saat pembuatan film-film porno.

"Sudah berapa banyak pemain film porno yang terinfeksi dengan rangkaian penyakit seksual menular termasuk HIV, yang tidak dapat disembuhkan sebelum industri film porno menjalankan peraturan sesuai hukum yang mengharuskan penggunaan kondom," ujar Michael.

Dikirim oleh toto pada (546 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Industri Film Porno Dihentikan Sementara Setelah Aktornya Positif AIDS
Topik: Narkoba
TRIBUNNEWS.COM, 23 Agustus 2013

Industri pembuat film porno di San Fernando, California mengumumkan penghentian produksi sementara, setelah diketahui salah satu bintangnya positif mengidap HIV Aids.

Kebijakan moratorium tersebut diberlakukan sejak hari Kamis (22/8/2013) kemarin. Sayangnya, keputusan itu sedikit terlambat karena sang aktor yang mengidap HIV ini ternyata tak diketahui secepatnya, dan pihak yang berwenang juga tak mengatakan kapan hasil positif itu diperoleh. Apalagi, belakangan diketahui bahwa aktor tersebut tak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi virus HIV.

Untuk memastikan bahwa HIV itu belum menular kepada para bintang porno lainnya, kini Layanan Kesehatan dan Keamanan Produksi Film Porno tengah melakukan tes kepada lawan mainnya dalam beberapa judul film.

Kebijakan moratorium tersebut akan terus diberlakukan sampai ada kejelasan mengenai penyebaran virus HIV ini dikalangan para pemain film dewasa tersebut. Hal itu disampaikan Diane Duke, seorang eksekutif direktur produsen sebuah industri film porno saat menjawab pertanyaan dari Associated Press melalui email.

"Faktanya sejak tahun 2004, hanya pernah ditemukan dua kasus positif HIV. Jika sekarang ini positif, maka menambah jadi tiga kasus dalam kurun waktu hampir 10 tahun. Bukan hanya di Los Angeles, tapi juga di seluruh dunia," tambahnya.

Dikirim oleh toto pada (497 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: FightAIDS@Home, Dukungan Melawan AIDS Tanpa Upaya
Topik: Narkoba
Okezone.com, 22 Agustus 2013

LONDON - AIDS adalah penyakit mematikan yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan secara total. Terkini, penekanan angka penderita AIDS hadir lewat teknologi.

World Community Grid meluncurkan program FightAIDS@Home untuk mendukung upaya pemberatasan penyakit AIDS di dunia. Program perlawanan terhadap penyakit AIDS ini bekerja pada sistem operasi Android pada ponsel pintar ataupun tablet.

Sebagaimana dikutip dari laman resminya, untuk mengikuti program FightAIDS@Home seseorang diharuskan melakukan registrasi dan mendowload piranti lunak serta menginstalasinya di smartphone atau tablet berbasis Android. Sebagaimana dikutip dari Ubergizmo, aplikasi tersebut bekerja saat perangkat smartphone dan tablet dalam keadaan mati.

Dikirim oleh toto pada (266 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Tak Pakai Kondom di Sumedang Denda Rp 50 Juta
Topik: Narkoba
TRIBUNNEWS.COM, 22 Agustus 2013

SUMEDANG - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumedang, Jawa Barat, yang membahas raperda tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, sepakat dengan pidana bagi pria yang tak menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual berisiko tinggi.

Sekretaris Pansus Rahmat Juliadi menyebutkan, saat disampaikan ke ormas dan LSM, ternyata semua sepakat.

"Jangan sampai setelah DPRD mengetuk palu menyetujui, ada pihak yang memerotes dan merasa tidak dilibatkan," kata Rahmat di DPRD, Rabu (21/8/2013).

Rahmat menyebutkan saat pembahasan, raperda ini banyak ditentang.

"Dengan penggunaan kondom seolah-olah ada legalisai seks bebas, apalagi sampai ada pasal pidana bagi yang tak menggunakan kondom," ujar Rahmat.

Sehingga, lanjutnya, ormas dan LSM diajak mendiskusikan tentang pasal penggunaan kondom dan sanksi pidananya.

"Ternyata saat dengar pendapat, tak ada ormas yang menentang. Bahkan, dari Majelis Ulama Indonesia sepakat," ungkap Rahmat.

Dalam rapat dengan pendapat, MUI menyepakati karena penggunaan kondom untuk pencegahan dan penanggulangan virus berbahaya. Namun, tidak berarti MUI mendukung adanya seks bebas.

"MUI menyebutkan konteksnya untuk penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS, bukan dukungan terhadap seks bebas, dan ada upaya lain dalam rangka melarang seks bebas," jelasnya.

Dalam raperda disebutkan, mereka yang melanggar akan dipidana hukuman kurungan tiga bulan, atau denda Rp 50 juta.

Raperda juga mengatur setiap orang dengan HIV/AIDS (Odha), berhak mendapat perlindungan dari tindakan diskriminasi.

ODHA mendapat perlindungan dari pemecatan sepihak dari pekerjaan, tidak mendapat pelayanan kesehatan yang memadai, ditolak bertempat tinggal di tempat yang dipihih ODHA, serta ditolak mengikuti pendidikan formal dan informal.

Dikirim oleh toto pada (340 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Terapi Kesehatan dengan Binatang Diekspor Hingga ke Mancanegara, Tokek Diklaim B
Topik: Narkoba
Detik.com, 21 Agustus 2013

Jakarta, Dalam film terbaru Spider-Man, seorang dokter berubah menjadi manusia cicak demi memulihkan tangannya yang telah diamputasi. Kemampuan ini merujuk pada cicak yang dapat menumbuhkan ekornya yang putus. Khasiat lebih hebat diyakini ada pada sesama hewan melata, tokek, yaitu dapat menyembuhkan AIDS.

Penyakit yang menjadi momok banyak orang ini sampai sekarang masih belum ditemukan penangkalnya, walau sudah ada 3 orang yang sembuh dengan pengobatan tertentu. Yang santer beredar malah khasiat tokek sebagai penangkal HIV/AIDS, sehingga membuat hewan melata ini banyak diburu.

Bahkan pada akhir tahun 2011 lalu, TRAFFIC South Asia, lembaga yang memantau kelestarian satwa dan flora liar, menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa permintaan tokek telah meroket selama beberapa tahun terakhir. Penyebabnya karena berbagai blog, artikel surat kabar dan internet, serta pedagang satwa liar memuji khasiat hewan ini sebagai obat ajaib.

"TRAFFIC khawatir pada peningkatan besar dalam perdagangan tokek ini. Jika perdagangan terus menjamur, bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan terhadap populasi tokek," kata Chris R.Shepherd, wakil direktur regional TRAFFIC seperti dilansir New York Daily News, Rabu (21/8/2013).

Sejak tahun 1998 hingga 2002, TRAFFIC mencatat sudah ada lebih dari 8,5 ton tokek kering yang diimpor secara ilegal ke Amerika Serikat untuk digunakan sebagai obat tradisional. Sejumlah besar permintaan tersebut dipenuhi dari Asia, terutama China. Bahkan petugas bea cukai di Indonesia juga pernah menggagalkan upaya penyelundupan tokek kering ke Hong Kong dan China.

Menanggapi hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantas menegaskan bahwa laporan yang menyatakan manfaat tokek untuk menyembuhkan AIDS hanyalah isapan jempol belaka. Seperti dikutip dari The Star, pernyataan WHO ini dimuat dalam laman akun Facebook-nya.

"Kami ingin mengingatkan Anda bahwa tokek bukanlah obat untuk HIV/AIDS, ataupun kanker. Desas-desus yang mengatakan sebaliknya adalah kebohongan. Tidak ada bukti ilmiah bahwa tokek dapat menyembuhkan HIV/AIDS atau kanker. Juga tidak ada informasi tentang keselamatan dan konsekuensi kesehatan dari konsumsi tokek," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sejak bertahun-tahun yang lalu, tokek diyakini berkhasiat sebagai obat tradisional untuk mengatasi penyakit seperti diabetes, asma, penyakit kulit dan kanker. Bangkainya yang sudah mengering digiling menjadi bubuk untuk dikonsumsi. Di beberapa negara Asia, tokek bahkan dicampur anggur atau wiski dan dikonsumsi sebagai obat penambah stamina.

Dikirim oleh toto pada (282 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Pemain Film Dewasa Wajib Pakai Kondom, Jika Tidak Ada Sanksinya
Topik: Narkoba
Liputan6.com, 18 Agustus 2013

New York: Keputusan mutlak baru saja diterapkan di Amerika Serikat. Karena sebuah sanksi hukum menanti disana, jika semua pemain film dewasa tidak menggunakan kondom.

Namun keputusan ini banyak memiliki gugatan. Karena beberapa produsen film porno menilai, hal ini dirasa tidak perlu.

Dalam putusannya beberapa waktu lalu, seorang hakim Dean Pregerson menulis bahwa keputusan ini sudah dipikirkan risiko kesehatannya. Dan tentunya pemerintah setempat ingin mengurangi angka AIDS.

Berbeda dengan para produsen film porno, salah satu Presiden dari AHF (AIDS Healthcare Foundation) sangat senang dengan keputusan tersebut.

Dikirim oleh toto pada (1269 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Amanda Seyfried Nonton Film Porno Saat Umur 6 Tahun!
Topik: Narkoba
GATRAnews, 16 Agustus 2013

Jakarta - Aktris muda Hollywood Amanda Seyfried mengakui bahwa ia sebenarnya merasa takut memerankan karakter bintang film porno, Linda Lovelace dalam film Lovelace. Seyfried yang tampil telanjang dada di film tersebut mengklaim bahwa film Lovelace merupakan film beresiko terbesar yang dibuat Hollywood setelah sekian lama.

Dalam wawancara dengan majalah dengan the Sunday Times, Seyfried mengatakan, bermain di film paling beresiko tersebut wajar membuatnya berpikir akan mengacaukan kariernya. Namun, ia menambahkan bahwa akhirnya ia mendapat peran telanjang di layar lebar, dan merasa bebas.

"Rasanya lucu, karena aku merasa dibebaskan ketika melakukannya. Aku yakin orang-orang yang protektif terhadapku juga tidak akan merasa nyaman dengan itu. Namun, sebenarnya itu bukan masalah besar," kata Seyfried, seperti dikutip dari The Huffington Post.

Aktris yang tahun lalu tampil di film musikal Les Misérables itu mengungkapkan bahwa ia pertama kali menonton tayangan pornografi pada usia 6 tahun, kemudian sebagai anak kecil ia takut terkena AIDS setelah menontonnya. "Saat itu usiaku lima atau enam tahun. Dalam filmnya ada seorang yang berpakaian polisi. Itu kali pertama aku melihat alat kelamin lelaki dengan sangat jelas dan sangat menakutkan," kata Seyfried, dalam wawancara dengan tabloid The Sun.

Dikirim oleh toto pada (318 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Sempat Dirawat di RSUD Pandanaran Boyolali Anak Jalanan Meninggal Akibat Penyaki
Topik: Narkoba
Timlo.net, 15 Agustus 2013

Boyolali – Diduga anak jalanan, seorang pemuda diperkirakan berusia 30an tahun meninggal dunia karena menderita penyakit HIV AIDS. Korban diduga anak jalanan dan sempat dirawat selama lima hari di RSUD Pandanaran Boyolali sebelum menghembuskan napas.

Kabid P2PL Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ahmad Muzayin mengungkapkan, korban kali pertama datang bersama pasagannya ke LSM Peduli Kasih Kecamatan Ampel pada 3 Agustus lalu.Mereka mengaku berasal dari Sragen dan terlihat sebagai Anjal yang tengah sakit. Lantaran kondisinya sudah sakit parah, korban kemudian dibawa ke RSU Pandanarang untuk pengobatan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban ternyata menderita AIDS dengan kondisi yang cukup parah. Sayang, meski sempat mendapat perawatan intensif hingga beberapa hari, namun pada Kamis (8/8) atau tepat saat Lebaran, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Pihak rumah sakit kemudian mencoba menghubungi keluarga korban melalui LSM Peduli Kasih. Sayangnya, identitas korban tidak diketahui. Bahkan ketika ditelusur ke alamat di Sragen yang diberikan saat awal datang, ternyata tidak ada warga yang mengaku kenal korban. Sementara pasangan perempuan korban juga menghilang, sehingga identitas korban masih buram.

“Setelah kita tunggu selama lima hari ternyata tidak ada keluarga yang mengakui, akhirnya kita makamkan di Sonolayu,” ungkap Muzayin ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/8).

Direktur RSU Pandanarang, Endang Sri Widati membenarkan kejadian tersebut. Menurut Endang, korban sempat dirawat namun lantaran penyakitnya sudah parah hingga akhirnya korban meninggal. “Diduga korban menderita AIDS yang sudah akut,” jelasnya.

Ciri-ciri korban di antaranya, selain berusia sekitar 30-an tahun, berperawakan kurus dan berambut pendek lurus serta tinggi badan sekitar 160 sentimeter. Korban saat dirawat mengenakan kaos bergaris lorek merah putih dan mengenakan celana panjang jeans warna biru. Korban diduga kuat merupakan anan jalanan.

Dikirim oleh toto pada (229 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Remaja Puteri di Negara Ini Dibayar Agar Stop Berhubungan Seks
Topik: Narkoba
Detik.com, 14 Agustus 2013

Malawi, Terjebak pergaulan bebas adalah alasan klise yang dikemukakan remaja puteri saat kepergok hamil di luar nikah, sementara mereka yang tak sampai 'kecelakaan' masih melengang bebas. Untuk menekan tingginya angka remaja melahirkan, sebuah negara di Afrika punya cara ekstrem, membagi-bagi uang.

Negara tersebut adalah Malawi, di mana angka remajanya yang melahirkan adalah 177 per 1.000 kelahiran. Bandingkan dengan Indonesia lewat hasil Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2012 yang menemukan bahwa 48 dari 1.000 kehamilan di perkotaan terjadi pada kelompok remaja berusia 15-19 tahun

Angka remaja melahirkan di Malawi ini terhitung tinggi, mengingat ada banyak gadis remaja yang sudah suka bercinta dengan pria dewasa. Yang lebih pelik, sebanyak 1 dari 10 orang dewasa di sana positif terinfeksi HIV. Oleh karena itu, langkah ekstrem perlu diambil.

Disokong oleh Bill dan Melinda Gates Foundation, gadis-gadis di Malawi diminta tidak berhubungan seks dengan imbalan uang tunai. Ternyata cara ini berhasil mengurangi aktivitas seksual di kalangan remaja, walau mungkin terdengar kurang sedap di telinga.

Pada tahun 2009, yayasan amal bentukan pendiri Microsoft ini mendanai percobaan secara acak selama 2 tahun di Malawi. Tujuannya untuk meneliti efek dari pemberian uang tunai terhadap aktivitas seksual remaja puteri.

Sekitar 4.000 orang gadis berusia 12-22 tahun secara acak ditugaskan menjadi kelompok uji ataupun kelompok kontrol. Gadis dalam kelompok uji akan menerima uang jika berhasil masuk sekolah sampai 80 persen dari total kehadiran, juga diminta melaporkan aktivitas seksualnya. Sedangkan kelompok kontrol tidak diberi uang.

Uang yang diberikan mencakup sekitar 15 persen dari pengeluaran rumah tangga bulanan yang dibagi antara remaja dan keluarganya. Para peneliti memonitor kehadiran di sekolah, sementara para siswi melaporkan aktivitas seksualnya pada awal uji coba dan setiap tahun sesudahnya.

Pada akhir tahun pertama, usia hubungan seks pertama kali di kalangan siswi melambat 38 persen dibanding kelompok kontrol. Jumlah pasangan seks seumur hidup juga menjadi 25 persen lebih sedikit dibanding gadis dalam kelompok kontrol. Kemungkinan hamilnya berkurang hingga 40 persen dibanding kelompok kontrol.

Tak hanya itu, seperti dilansir The Atlantic, Rabu (14/8/2013), tinjauan penelitian yang dilakukan World Bank lantas menyimpulkan bahwa pemberian uang dapat memperlambat usia awal aktivitas seksual, juga menurunkan perilaku berisiko di kalangan gadis-gadis yang sudah aktif secara seksual.

Memang tampaknya ada korelasi antara perilaku seksual remaja dengan kemiskinan. Sebuah review di jurnal Guttmacher Institute yang berjudul International Family Planning Perspectives melaporkan bahwa ketimbang remaja puteri yang kaya, remaja puteri dari keluarga miskin di 4 negara Afrika Sub-Sahara lebih besar kemungkinannya melakukan hubungan seks.

Dikirim oleh toto pada (480 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Jambore UKS Provinsi Digelar 20 Agustus Ada Lomba Dokter Kecil, PMR, dan Cerdas
Topik: Narkoba
Kaltim Post, 12 Agustus 2013

SAMARINDA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim terus memberikan kegiatan positif bagi para pelajar. Pada 20 Agustus mendatang, lomba Jambore Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat provinsi akan digelar untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat. Kepala Sekretariat UKS Kaltim Asli Nuryadin mengatakan, peserta lomba adalah para juara di level kabupaten/kota. Jambore UKS ini, adalah ajang unjuk kreativitas pelajar tentang kesehatan. Khususnya menyangkut kesehatan lingkungan sekolah, bahaya narkoba, HIV/AIDS, dan hal lain yang berkaitan dengan kesehatan.

Untuk SD, akan melombakan dokter kecil. Materinya berkenaan dengan kemampuan siswa tentang kesehatan, kemudian ada tes tertulis, dan praktik sebagai dokter kecil. “Syaratnya, peserta bersangkutan masih aktif menjadi kader kesehatan di sekolah,” terangnya. Tak jauh berbeda dengan SD. Untuk SMP mempertandingkan lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) atau lomba Palang Merah Remaja (PMR). Materi yang dilombakan berupa karangan tulisan tentang pengetahuan peserta terhadap kesehatan lingkungan, bahaya narkoba, HIV/AIDS, dan lainnya. “Tiap-tiap daerah mengirimkan satu kelompok yang terdiri tiga orang,” sebut Asli.

Kemudian untuk jenjang SMA sederajat, bentuk lombanya berupa cerdas cermat UKS dengan materi yang sama dengan SMP. Tapi, setiap peserta harus memiliki pengetahuan tentang Trias UKS, yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat. Asli berharap, lomba seperti ini dapat membantu memacu para Tim Pembina UKS mulai tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi di bidang kesehatan. Jadi selain ada lomba sekolah sehat, tambah Asli para siswa juga diberikan lomba UKS.

Dikirim oleh toto pada (229 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Tim Homeless Indonesia lolos rintangan pertama
Topik: Narkoba
Merdeka.com, 12 Agustus 2013

Tim Homeless Indonesia lolos rintangan pertama pada Homeless World Cup 2013 di Poznan, Polandia, Minggu (11/8) setelah mampu mengalahkan Skotlandia, 6-4 pada babak penyisihan Grup G.

Pelatih Tim Homeless Indonesia Bonsu Hasibuan melalui surat eletronik, Senin dini hari mengaku kemenangan perdana anak asuhnya ini sangat penting guna menghadapi pertandingan-pertandingan penyisihan berikutnya.

"Secara hasil kita menang, tapi mental anak-anak masih belum lepas. Ini adalah pertandingan pertama dan sudah dipastikan akan berat," katanya.

Menurut Hasibuan, kemenangan tim "street soccer" yang berisikan pemain dari kaum marginal ini tidak lepas dari penampilan memukau kiper Ujang Yakub. Padahal beberapa hari sebelumnya Ujang mengalami pembengkakan pada kaki akibat terkena asam urat.

"Ujang mampu menahan serangan dari tim lawan meski frekuensinya tinggi. Tapi ada pula pemain yang baru panas di babak kedua," kata Bonsu Hasibuan menambahkan.

Saat menghadapi tim yang sudah dua kali menjuarai turnamen ini, Sendi dan kawan-kawan didukung penuh oleh Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Darmansjah Djumala beserta istri dan para staf kedutaan serta mahasiswa asal Indonesia yang ada di Polandia.

"Selamat, semoga bisa terus berlanjut prestasinya," kata Darmansjah yang langsung turun dan memberi selamat para pemain.

Setelah menghadapi Skotlandia di babak penyisihan Grup G Tim Homeless Indonesia akan menghadapi salah satu tim kuat yaitu Argentina dan selanjutnya akan menghadapi Wales.

Bonsu Hasibuan sebagai pelatih mengaku optimistis timnya mampu memberikan yang terbaik sehingga membuka peluang untuk lolos ke babak berikutnya.

"Kita tetap mewaspadai tim-tim tersebut. Semuanya tergantung para pemain. Karena ini adalah momen sekaligus waktu buat mereka membuktikan hasil latihannya selama ini," katanya menegaskan.

Dikirim oleh toto pada (239 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Ilmuwan Brazil Ujicoba Vaksin AIDS Pada Monyet
Topik: Narkoba
INILAH.COM, 07 Agustus 2013

Sao Paulo
- Para ilmuwan Brazil mengembangkan vaksin untuk virus Human Immunodefifiency Virus (HIV), dan berencana mengujicobanya pada monyet.

Seperti dikutip dari TheNewZealandHerald, vaksin itu akan mulai dites pada monyet pada akhir tahun ini.

"Vaksin yang dikenal dengan nama HIVBr18 tersebut dikembangkan dan dipatenkan oleh tim dari Medicine Faculty of the University of Sao Paulo," ungkap pihak Research Foundation (FAPESP).

Dikirim oleh toto pada (128 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Penelitian Ilmuwan Brasil Uji Vaksin AIDS Pada Monyet
Topik: Narkoba
DW, 06 Agustus 2013

Para peneliti Brasil telah mengembangkan vaksin HIV selama lebih dari 10 tahun. Kini mulai ditemukan terobosan dan mereka berencana untuk mulai mengujicobanya pada monyet tahun ini.

Dikenal sebagai HIVBr18, vaksin bagi virus yang menyebabkan AIDS dikembangkan dan dipatenkan oleh tim peneliti dari fakultas kedokteran Universitas Sao Paulo di Brasil. Demikian keterangan yayasan penelitian pemerintah Sao Paulo (FAPESP).

Vaksin Mampu Meminimalisasi Efek Virus

Para peneliti mengatakan, pada tahap pengembangan saat ini, vaksin tidak mampu mengeliminasi virus secara keseluruhan dari organisme. Tapi vaksin bisa menahannya di tingkat viralitas yang cukup rendah, sehingga pasien yang terinfeksi tidak akan mengalami defisiensi imun atau bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Yayasan FAPESP juga menambahkan, uji coba pada monyet diperkirakan akan memakan waktu dua tahun. "Tujuan kami adalah menguji berbagai metode imunisasi untuk kemudian memilih metode mana yang mampu menghasilkan respon imun paling kuat. Baru setelahnya kami akan mengujinya pada manusia," ujar ilmuwan Cunha Neto yang dikutip oleh FAPESP. Lalu, jika dana yang dibutuhkan tersedia, uji klinis pertama bisa diluncurkan.

Dikirim oleh toto pada (136 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: ODHA beri sumbangan anak yatim piatu yang tertular AIDS
Topik: Narkoba
Merdeka.com, 03 Agustus 2013

Serikat Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Berdaya atau Sober Lampung menyantuni 20 anak yatim dan piatu di daerah itu yang terinfeksi HIV/AIDS.

"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Odha yang ada di Lampung terhadap anak-anak yatim piatu yang terinfeksi HIV/AIDS, atau dari orangtua yang terinfeksi," kata Koordinator bakti sosial Sober Lampung Ansori di Bandarlampung, Jumat (2/8).

Anak yatim piatu yang menerima bantuan tersebut berasal dari tujuh kabupaten dan kota yang ada di Lampung dengan masing-masing memperoleh Rp 475 ribu.

"Sober sendiri ingin berbagi amal di Bulan Ramadhan dan kami bersyukur dalam waktu sekitar dua minggu kami mampu menggalang dana sebanyak Rp 9,5 juta dari Odha itu sendiri," katanya.

Penerima santunan, kata dia, diprioritaskan dari keluarga yang tidak mampu. "Rata-rata orangtua mereka bekerja sebagai buruh pabrik dan pekerja rumah tangga," ujar dia.

Menurut catatan Sober, jumlah anak yang terinfeksi HIV dari orangtua yang positif, terus meningkat. Pada Juni 2013 anak yang terinfeksi mencapai 42 orang.

Jumlah tersebut terus bertambah, dan telah menyebar di seluruh kota dan kabupaten se-Provinsi Lampung.

"Hal ini patut menjadi perhatian serius dari segenap masyarakat yang ada di provinsi ini, agar masa depan mereka tetap terjaga," kata salah satu Pengurus Sober Ade Komariyah.

Menurut dia, Odha tidak perlu berkecil hati hidup bersosialisasi bersama masyarakat umum lainnya.

Dikirim oleh toto pada (157 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Ancaman Heroin Masih Dirasakan Selama 15 Tahun ke Depan
Topik: Narkoba
Liputan6.com, 02 Agustus 2013

New York: Penggunaan narkotika di negara maju seperti Amerika Serikat mengalami peningkatan besar. Antara 2009 dan 2011, rata-rata lebih dari 600.000 orang Amerika mengaku menggunakan heroin setiap tahun dikutip Foxnews, Jumat (2/8/2013).

Dikirim oleh toto pada (196 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Kalapas Kerobokan Geram Eks Napi Narkoba Asal Inggris Jelekkan LP
Topik: Narkoba
Detik.com, 01 Agustus 2013

Denpasar
- Perempuan asal Inggris yang juga mantan narapidana kasus narkoba, Rachel Dougall (40), berkicau soal kondisi LP Kerobokan yang buruk dan perlakuan yang tidak menyenangkan selama ia ditahan. Kalapas geram dan membantah semua tudingan.

"Saya merasa teraniaya dan tersiksa dengan kebohongan Rachel," kata Kalapas Kerobokan Ngurah Wiratna kepada detikcom, Kamis (1/8/2013).

"Itu omong kosong semua!" tambahnya.

Wiratna menyatakan fasilitas Rachel selama di LP sama dengan narapidana lainnya. "Soal tudingan dia dicampur dengan narapidana pengidap HIV/AIDS, bagaimana ia bisa tahu narapidana lainnya seperti itu. Yang tahu mereka HIV/AIDS hanya saya dan dokter, sebab mereka tidak boleh didiskriminasi," kata Wiratna.

Selama mendekam di LP Kerobokan, Rachel selalu dipantau perwakilan konsulat Inggris. "Bagaimana ia bisa disiksa. Itu semua omong kosong. Bahkan saya siapkan dia tabung oksigen karena dia menderita asma," katanya.

Setelah Rachel berkicau, pemerintah langsung memantau LP Kerobokan. "Petugas dari pusat saja ajak ke lorong-lorong untuk melihat suasana. Tidak ada yang disembunyikan," tegas Wiratna.

Rachel Dougall merupakan mantan narapidana kasus penyelundupan kokain senilai sekitar Rp 25 miliar. Kepada media Inggris Dailymail, ia berkicau tentang suasana LP usai bebas 27 Juli 2013. Ia menyatakan mengaku tidur beralas tikar tipis dan ditempatkan satu sel dengan tahanan atau narapidana pengidap HIV/AIDS. Kondisi LP sangat kotor.

Dikirim oleh toto pada (164 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: NOMA, Penyakit yang Lebih Kejam Ketimbang AIDS
Topik: Narkoba
Liputan6.com, 31 Juli 2013

Harare: Istilah NOMA mungkin masih asing terdengar. Ini merupakan salah satu jenis penyakit parah yang sedang merebak di Nigeria. Wajah dari para korban lama-kelamaan akan habis digerogoti oleh penyakit tersebut.

Dikirim oleh toto pada (196 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: BKKBN Adakan Promosi Pemakaian Jarum Suntik Sekali Pakai
Topik: Narkoba
TRIBUNNEWS.COM, 30 Juli 2013

BANDUNG - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Jawa Barat menggelar acara Promosi Pemakaian Jarum Suntik Sekali Pakai di Hotel Karang Setra, Senin (29/7) petang. Acara yang dilanjutkan dengan buka bersama dengan para pecandu ini juga bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Jawa Barat dan Klinik Teratai serta PTRM Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Menurut Sub Umum dan Humas BKKBN Provinsi Jawa Barat, Yeti Rosmiati, kegiatan promosi pemakaian jarum suntik selalu pakai yang ditunjukan bagi peserta pengguna narkoba suntik baik yang berstatus sebagai orang dengan HIV/AIDS atau tidak.

"Pertemuan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kasus HIV/AIDS di provinsi Jawa Barat," katanya.

Selain itu, ujarnya, acara ini untuk meningkatkan akses para pecandu narkoba suntik terhadap layanan kesehatan dan fasilitas laiinya dalam rangka pencegahan atau pengobatan infeksi dan perawatan ketergantungan serta memotivasi mereka agar mempunyai keinginan kuat untuk sembuh dan meninggalkan kebiasaan buruknya.

"Mereka diharapkan termotivasi kuat juga untuk menjauhkan, meninggalkan kebiasaan atau ketergantungan yang selama ini sudah menjadi kebiasaan," katanya.

Dikirim oleh toto pada (209 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Bertemu Presiden Afsel, Charlize Theron Gaungkan Anti-AIDS
Topik: Narkoba
TRIBUNNEWS.COM, 30 Juli 2013

Walau disibukkan dengan jadwal syuting yang padat, Charlize Theron masih bisa menyempatkan diri menjalankan tugasnya sebagai seorang duta PBB.

Kemarin, Senin (29/7/2013), bintang "The Snow White And The Huntsman" ini melakukan pertemuan formal dengan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma untuk membahas persoalan HIV AIDS.

Kepada Zuma, pemenang Oscar ini menyerukan agar Afrika Selatan, yang tak lain adalah kampung halamannya, terus berkomitmen memastikan rakyatnya bebas dari AIDS.

"Kami sudah menjalankan banyak program HIV di negera ini, tapi masih banyak tantangan dihadapi. Kita tidak akan pernah bisa berhenti membahas soal penyakit ini," ujar ibu satu anak ini seperti yang TRIBUNnews.com kutip dari Daily Mail.

Dikirim oleh toto pada (143 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Download Shazam RED di iOS & Bantu Perangi AIDS
Topik: Narkoba
Okezone.com, 30 Juli 2013

NEW YORK
– Shazam Entertainment Ltd., merilis versi terbarunya bernama Shazam RED khusus bagi pelanggan iOS. Dalam versi terkininya, pengembang menambahkan opsi pembelian multi-track, rekomendasi, dan masih banyak lagi.

Disitat Softpedia, Selasa (30/7/2013), dalam versi 6.2.0 ini, Anda dapat menemukan lagu baru yang telah dibeli oleh pengguna Shazam lainnya. Tak hanya itu, Anda juga mendapatkan preview musik lebih banyak dari sebelumnya.

Shazam RED juga meningkatkan Voiceover pada perangkat iPhone dan cara yang lebih mudah untuk men-tweet serta berbagi musik di Facebook atau email. Menariknya lagi, dengan membeli aplikasi pencari lagu ini Anda juga bisa membantu sesama.

Ya, cukup dengan merogoh kocek USD6,99 atau sekira Rp78 ribu-an (kurs Rp10265) di App Store, maka Shazam RED akan mendonasikan sebagian keuntungannya untuk memerangi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Afrika.

Dikirim oleh toto pada (125 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: KESAKSIAN RACHEL DOUGALL : Bergoyang Seperti Penari Telanjang karena Tak Mau Dip
Topik: Narkoba
Solopos.com, 29 Juli 2013

SOLO — Rachel Dougall, 40, warga negara Inggris yang pernah dibui selama 12 bulan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Krobokan, Bali, akhir pekan lalu, mengungkapkan buruknya kondisi penjara di Indonesia.

Penjara Indonesia disebutnya begitu korup sehingga setiap warga binaan yang mampu menyuap penjaga bisa melakukan apa saja di balik terali besi. Ia bahkan menyebutkan bahwa narapidana pria bisa saja minta ditemani pelacur semalaman dalam selnya.

Ia sendiri mengaku dikurung bersama para pecandu narkoba, tahanan dengan status HIV-positif dan juga lesbian yang agresif secara seksual. Karena dia menolak berhubungan seksual dengan rekan sekamarnya yang lesbian, ia pun disiksa.

“Dia [lesbian itu] memaksa saya berdandan dan menari seperti seorang penari telanjang. Sementara wanita lain tertawa dan mendorong-dorong tubuh saya. Aku merasa terhina,” aku Rachel Dougall sebagaimana dikutip Dailymail, Minggu (28/7/2013).

Ibu seorang anak itu dijatuhi hukuman 12 bulan penjara karena tidak melaporkan tindak kejahatan. Ia pun dianggap terlibat dalam penyelundupan kokain senilai £1.600.000 atau sekitar Rp25 miliar.

Dougall menyebut kehidupannya sebagai satu dari 286 warga binaan berkulit putih di LP Kerobokan kala itu sangat memprihatinkan. Ia merasa diperlakukan layaknya binatang di tempat itu.

Dougall mengaku kerap dipukul dan ditendangi teman satu selnya. Kala penyiksaan itu terjadi, ia mengaku hanya bisa meringkuk di lantai dengan tangan di kepala untuk melindungiu mukanya.

Dia hidupnya dalam ketakutan setelah menerima ancaman kematian dari wanita warga binaan lain. Dengan keseharian semacam itu, Dougall mengaku sempat mengalami gangguan mental setelah dipenjara di tempat yang disebutnya sebagai Hotel K itu.

Dikirim oleh toto pada (163 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Lapas Bobrok, Coreng Wajah Indonesia Buntut Pemberitaan di Daily Mail
Topik: Narkoba
JPNN.com, 29 Juli 2013

JAKARTA - Pengakuan terpidana kasus penyelundupan kokain senilai 1,6 juta poundsterling atau sekitar Rp 25 miliar, Rachel Dougall, 40 mengenai bobroknya Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kerobokan, Bali, bukan barang yang baru. Pengakuan Rachel ini sangat mencoreng wajah Indonesia di mata dunia internasional.

"Rachel Dougall yang membuka-buka bobrok penjara Bali di media-media Inggris mencoreng muka Indonesia. Sebenarnya apa yang diuangkapkannya bukanlah barang baru, sebuah kondisi yang selama ini diyakini terjadi di Lapas namun selalu dibantah keberadaannya oleh pemerintah," kata Anggota Komisi Hukum DPR, Aboebakar Alhabsy, Senin (29/7).

Sebelumnya diberitakan, Rachel, warga negara Inggris, yang bebas Mei lalu 2013, dari Lapas Kerobokan Bali menceritakan kehidupannya selama di Lapas.

Ia mengaku kerap mengalami penyiksaan oleh rekan satu selnya. Ia menceritakan pengakuan ini lewat Daily Mail. Selama di dalam hotel prodeo, Rachel juga mengalami gangguan mental setelah dikurung dengan pecandu narkoba, tahanan HIV-positif, dan lesbian agresif secara seksual. "Saya hampir meninggal karena pneumonia dan menghabiskan satu minggu di rumah sakit," kata Rachel seperti dilansir Daily Mail.

Di selnya yang berukuran sempit, Rachel harus berbagi dengan 13 narapidana lainnya. Sehari-hari, Rachel hanya tidur beralaskan tikar tipir nan dingin. Belum lagi soal toilet yang sangat jorok dengan satu lubang saja untuk digunakan bersama-sama. Nah, jika hujan datang, maka sering kali penjara itu banjir dan bau toiletnya menyengat luar biasa.

Selain itu, Rachel juga mengkritik pemerintahan Indonesia yang dinilainya sangat munafik. Hal itu dikatakan Rachel saat melihat sekelompok regu tembak yang menembak mati terpidana kasus narkoba, sementara zat seperti sabu dan kokain dapat digunakan bebas dalam sistem penjara. Bahkan Rachel menyebut, narapidana pria juga bisa mendatangkan pelacur ke dalam selnya dengan menyogok penjaga.

Menurut Aboebakar, apa yang disampaikan Rachel, sebenarnya klop dengan testimoni mantan isteri simpanan Freddy Budiman, terpidana mati narkoba, tentang kondisi Lapas Cipinang Jakarta Timur.

Menurutnya, bisa dikatakan apa yang terjadi di Cipinang terjadi pula di Denpasar, dan kemungkinan di tempat-tempat lain.

"Itu semua merupakan bukti adanya fakta mafia hukum di Lapas, mereka memberikan fasilitas kepada para napi yang bisa membayar untuk menikmati narkoba dalam lapas," katanya.

Aboebakar menyatakan tak heran bila selama ini narkoba bebas beredar dalam Lapas, karena ada aparat yang membekingi distribusi itu.

Ia melanjutkan, apa yang disampaikan Rachel, mengungkap fakta bahwa napi bisa memasukkan perempuan dan melakukan hubungan intim asalkan bayar kepada petugas.

Karenanya, Aboebakar meminta ada tindakan tegas dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk membenahi lapas. Tidak sekedar memecat atau mengganti Kepala Lapas yang kedapatan ada penyimpangan dalam unit kerjanya.

"Namun harus ada desain makro untuk menyelesaikan perkara yang sudah kronis dan menyebar di berbagai lapas tersebut," terangnya.

Dikirim oleh toto pada (171 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: LPA Bali Surati Kapolres Prioritaskan Kasus Dugaan Prostitusi Anak
Topik: Narkoba
Bali Post, 29 Juli 2013

Negara - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali meminta Polres Jembrana memprioritaskan penyelidikan dugaan kasus human trafficking di Jembrana. Melalui surat nomor 56/LPA/K/VII/2013 yang ditandatangani ketuanya, Nyoman Masni, KPA mendesak Polres untuk memprioritaskan dugaan prostitusi anak di bawah umur yang melibatkan warga asing. Dalam surat tertanggal 19 Juli 2013 itu tertulis keprihatinan LPA Bali terkait human trafficking. Apalagi Komnas Perlindungan Anak (PA) sempat turun ke Jembrana.

Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait disebutkan telah melakukan koordinasi dengan LPA Bali guna memperoleh informasi akurat terkait hal tersebut. Khususnya perlindungan atau perhatian anak dalam berhadapan hukum. LPA mendesak Kapolres untuk bertindak cepat untuk mengungkap kasus ini agar segera selesai. Baik melalui proses penyelidikan maupun penyidikan sesuai kewenangan serta peraturan yang berlaku.

Prostitusi anak saling berkaitan dengan penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja. Selain itu, informasi angka penyebaran HIV/AIDS di Jembrana cukup cepat juga menjadi keprihatinan LPA.

Surat tersebut selain ke Kapolres Jembrana juga dikirimkan ke Kapolda Bali, Kajati Bali, Gubernur Bali, Ketua Komisi IV DPRD Bali serta Ketua Komnas PA.

Kapolres Jembrana AKBP Komang Sandi Arsana melalui Kasat Reskrim AKP Aris Purwanto mengisyaratkan pihaknya telah melakukan penyelidikan kasus dugaan human trafficking itu sejak awal tahun lalu. Namun polisi terganjal dengan belum adanya korban yang melapor sehingga belum intensif melakukan penyelidikan. Polres juga telah mengamankan salah satu mucikari ABG yang dipanggil Bu Desak. Pelaku ini memiliki sekitar enam cewek yang digunakan untuk kepentingan prostitusi. Tetapi setelah enam cewek itu diperiksa, hanya dua yang mengakui Desak sebagai penghubung.

Dikirim oleh toto pada (242 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Pakistan Tarik Iklan Kondom Kontroversial
Topik: Narkoba
VOA, 24 Juli 2013

Pengawas media Pakistan tidak lagi menayangkan iklan kontroversial setelah banyak pengaduan bahwa iklan itu “tidak bermoral”.

Juru bicara Otoritas Pengawas Media Elektronik Pakistan mengatakan banyak orang mengadukan agar iklan semacam itu seharusnya tidak disiarkan televisi Pakistan pada bulan suci Ramadan.

Iklan tersebut menunjukkan pasangan suami istri yang bertanya-tanya bagaimana caranya tetangga mereka bisa punya istri yang mempesona. Sang tetangga kemudian mengungkapkan rahasianya adalah satu paket kondom merk “Josh”.

Diskusi tentang masalah kontrasepsi masih tergolong tabu di Pakistan – negara yang mayoritas warganya beragama Islam.

Sementara itu, masih dari Pakistan, sedikitnya lima orang tewas dan hampir 40 lainnya luka-luka setelah kawanan bersenjata menyerang kantor-kantor regional badan spionase Pakistan di wilayah selatan.

Polisi mengatakan kawanan bersenjata itu Rabu malam melepaskan tembakan terhadap kompleks perkantoran yang dijaga ketat itu, di kota Sukkukr – propinsi Singh, dan meledakkan beberapa bom yang menghancurkan sedikitnya satu gedung.

Sedikitnya tiga militan tewas, meskipun tidak seorang pun mengklaim tanggungjawab atas serangan tersebut.

Dikirim oleh toto pada (186 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Tetap Teguh Berpuasa Saat Mengabdi di Papua
Topik: Narkoba
REPUBLIKA.CO.ID, 24 Juli 2013

WAMENA -- Puasa di pedalaman Papua menjadi pengalaman berbeda. Terlebih, ketika bulan Ramadhan dan hari raya. Di hari yang fitri, berlebaran pun menjadi asing.

Pengalaman itu dirasakan salah seorang dokter yang mengabdi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Wamena Provinsi Papua, Mukri Nasution.

Istri yang tengah hamil empat bulan terpaksa ia tinggal di Solok Sumatera Barat. Orang tua di Sumatera Utara juga tengah menanti kehadirannya. Namun semua itu ia tinggalkan untuk satu kata 'pengabdian'.

"Rindu itu sudah pasti ada. Alhamdulillah, komunikasi bisa lancar. Kalau selepas kerja saya menelepon," katanya kepada Republika, Ahad (21/7).

"Namun perbedaan waktu dua jam kadang susah juga. Kalau mereka malam-malam menelepon dari sana, kita disini sudah tengah malam, kadang saya sudah tidur," tambahnya.

Daerah yang baru serta berbedaan budaya dan kultural setempat menjadi kesan tersendiri. Namun, dengan profesinya sebagai tenaga medis sangat dihormati penduduk setempat. Ia ingat betul ketika awal kedatangannya di RSUD Wamena, ia disuguhi 'segepok' daging babi.

Setiap kedatangan tamu atau perayaan di momen-momen tertentu, masyarakat setempat menggelar acara yang disebut bakar batu. Acara rakyat tersebut adalah upacara dan dilanjutkan dengan membakar batu. Batu yang dibakar kemudian disusun dan diletakkanlah diatasnya daging babi.

"Jadi dibawahnya disusun batu, kemudian dilapisi rumput, ubi dan sayur. Selanjutnya dilapisi batu lagi. Nah, diatasnya itu diletakkan daging babi. Jadi minyak babi yang diatas turun membasahi sayur-sayur dan ubi yang dibawah," jelas Mukri.

Ketika diberikan kuliner daging babi itu, spontan saja ia menolak seraya mengatakan dirinya muslim dan tidak makan daging babi. Penduduk setempat memakluminya dan menggantinya dengan daging ayam. Mukri meminta dibungkus saja, kemudian sesampai dirumah ia berikan ke tetangga.

"Alhamdulillah sambutan masyarakat luar biasa. Apalagi tenaga medis, karena disini sangat kurang sekali tenaga Medis. Kadang kita sampai dipeluk," jelas Mukri.

Ia mengisahkan, pernah ia terserang gigitan kutu babi dari warga setempat yang memeluknya. Warga berpakaian koteka rupanya membawa kutu babi. Kutu itupun 'hijrah' ketubuhnya. "Kalau sampai digigit kutu babi itu, dua bulan bekasnya nggak hilang," selorohnya.

Selama bertugas di rumah sakit, Mukri telah menangani korban luka-luka akibat perang antar suku. Bahkan, beberapa hari sebelumnya ia menangani dua korban meninggal akibat pembunuhan. "Polisi-polisi disini sudah puas dengan korban-korban pembunuhan. Di RSUD hampir setiap minggu ada korban luka sampai yang meninggal," kisahnya.

Mukri mengatakan, taraf hidup sehat masyarakat sangat rendah. Tradisi bakar batu itu saja misalnya. Babi yang hanya mengandalkan panasnya batu yang dibakar tentu tidak matang maksimal. Babi yang setengah matang tersebut mengandung cacing yang sangat berbahaya.

"Kita sering menangani pasien yang radang otak akibat cacingnya sudah sampai dan masuk ke otak," terangnya.

Angka kematian di Papua dibanding daerah lain di Indonesia tergolong sangat tinggi. 'Rekor' penyebab kematian paling dahsyat disebabkan HIV dan AIDS. Mukri mengatakan, data dari RSUD tempatnya bekerja menyebutkan sudah 3260 penderita HIV dan AIDS yang melaporkan diri.

Diantaranya, hanya 600-an orang yang menjalani perawatan. "Sebenarnya jumlahnya bisa lebih tinggi lagi dari itu, itu baru yang tercatat dan diketahui, yang tidak melapor mungkin lebih banyak lagi," terang Mukri.

Keinginan untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga tentu sangat kuat. Tapi Mukri sudah membulatkan tekatnya untuk tetap berada di Papua. Ia tak akan 'mudik' waktu lebaran mendatang dan tetap fokus mengabdi di RSUD Wamena. "Disini kekurangan tenaga medis, jadi saya tidak bisa cuti," ujarnya.

Lain profesi dokter lain pula mereka yang bertugas menjaga stabilitas keamanan Papua. Kisah seorang polisi yang masih berpangkat Tamtama prajurit satu di Wamena,

Abbas Muhammad tak kalah mengharukannya. Sudah hampir enam bulan ia ditugaskan di Polres Papua. Dengan senjata berat, ia dituntut siaga menjaga kedaulatan negara di wilayah yang setiap hari bergejolak.

Abbas mengatakan, saat ini kondisi wamena sudah mulai aman, walau sewaktu-waktu bisa saja konflik akan muncul kembali. Perang antar suku atau gangguan dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) setiap saat terus mengancam. 'Boro-boro' memikirkan keluarganya di Fakfak Papua, kadang tentu ia harus memikirkan keselamatannya dirinya sendiri untuk aman dibawah ancaman teror.

Dikirim oleh toto pada (190 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Dietmar Hamann Kampanye AIDS di Bandung
Topik: Narkoba
TRIBUNNEWS.COM, 23 Juli 2013

Legenda sepak bola Liverpool FC (LFC), Dietmar Hamann melakukan edukasi tentang HIV/AIDS kepada 400 pelajar SMAK 2 BPK Penabur Jalan Pasir Kaliki, Kota Bandung, Senin (22/7/2013). Kehadiran Hamann dibawa oleh Standar Chartered Bank menandai HUT ke- 150 bank tersebut di Indonesia.

Edukasi dilakukan dalam upaya memberikan informasi mengenai virus HIV/AIDS yang masih menakutkan bagi masyarakat awam. Edukasi yang disampaikan langsung dalam bentuk pengajaran kepada beberapa kelas ini langsung dilakukan oleh pesepak bola asal Jerman yang pernah mengangkat trofi Liga Champions Eropa itu bersama 40 relawan yang merupakan karyawan bank.

Pada kesempatan itu Dietmar Hamann juga membagikan tekhnik permainan sepak bola kepada 40 siswa lainnya. Lewat permainan yang sangat memasyarakat itu diharapkan pelajar memiliki semanagt dan jiwa yang positif.

"Sebagai bank internasional yang telah 150 tahun berada di Indonesia, kami berniat membantu masyarakat untuk berkembang dan sejahtera bersama. Ini sesuai dengan janji kami yakni here for good. Dan bersamaan dengan LFC melakukan tur Asia kami terpikir untuk membawa pengalaman para remaja ini bertemu dengan bintang sepak bola ke sekolah ini," kata Country Head Corporate Affairs Standar Chartered Bank, Arno Kermaputra.

Arno menambahkan, berdasarkan hasi riset, epidemi HIV/AIDS ini banyak dijumpai di kawasan Asia dan Afrika yang menjadi wilayah bisni utama Standar Chartered. Karena itu Standar Chartered tergerak memerangi penyebaran HIV/AIDS, terutama di negara-negara berkembang.

Mengacu pada data resmi Kemnterian Kesehatan RI, kata Arno, jumlah kumulatif kasus AIDS yang dilaporkan di Indonesia meningkat tajam dari 7.195 di tahun 2006 menjadi 76.879 di tahun 2011. Menurut estimasi nasional, infeksi HIV tahun 2009 diperkirakan terdapat 188.257 orang terinveksi HIV dan 6,4 juta orang berisiko tinggi terinveksi HIV.

Dikirim oleh toto pada (163 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Bupati di Papua Usulkan Program Banyak Anak
Topik: Narkoba
REPUBLIKA.CO.ID, 23 Juli 2013

TIOM - Papua, khususnya Kabupaten Lanny Jaya, menginginkan program keluarga berencana (KB) tidak diterapkan di sana. Alasannya, tingkat kematian di wilayah tersebut sangat tinggi.

Tingginya angka kematian di Papua sudah sangat mengkhawatirkan. Ini membuat Bupati Lanny Jaya, Papua, Befa Yigibalom, mewajibkan bagi setiap warganya untuk melahirkan anak. “Tolong lapor Bapak Presiden, program kita di Lanny Jaya wajib melahirkan anak, seperti di Australia,” kata Befa, Ahad (21/7). Ia menyampaikan hal tersebut di hadapan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.

Program wajib melahirkan anak tersebut khusus dicanangkannya di Tanah Papua saja. “Tanah yang luas harus didiami oleh orang asli Papua. Sehingga, program di Papua, terutama di pegunungan adalah no KB,” katanya tegas.

Befa mengatakan, HIV/AIDS dan gangguan pernapasan merupakan penyakit mematikan yang menyerang warga di Papua. “Itu penyakit yang paling mematikan bagi orang pegunungan. Dulu hampir setiap hari ada air mata,” ujarnya.

Saat ini, ia melanjutkan, masyarakat pegunungan di Papua mengandalkan pengobatan di RSUD yang berada di Wamena. Masyarakat terpaksa berobat ratusan kilometer menempuh jalur pegunungan. Hanya segelintir saja yang bisa naik pesawat. “Sekarang rumah sakit kami penuh. RS di Jayawijaya tempat seluruh kami berobat di pegunungan,” kata Befa.

Ke depan, Befa mengatakan, akan membangun rumah sakit, khususnya di Tiom sebagai Ibu Kota Lanny Jaya. Dengan adanya rumah sakit, akses masyarakat yang ingin berobat akan lebih mudah dan tak perlu jauh-jauh ke kota.

Salah seorang tenaga medis di RSUD Wamena, dr Mukri Nasution, mengatakan, di Kabupaten Lanny Jaya yang wilayahnya tak begitu besar tercatat 3.260 penderita HIV/AIDS. Sayangnya, yang mendapatkan perawatan dan berobat cuma 600-an orang. “Sebenarnya, jumlahnya bisa lebih tinggi dari itu. Itu baru yang tercatat dan diketahui. Yang tidak melapor mungkin lebih banyak lagi,” kata Mukri.

Namun, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menolak usulan tersebut. Dikatakannya, kalau tidak ada KB dan ibu melahirkan setiap tahun, angka kelahiran akan tinggi dan anak yang dilahirkan tidak sehat. “Saya yakin yang diinginkan Pak Bupati bukan banyak anak untuk mengisi tanah Papua, tapi banyak anak yang bermutu dan berkualitas,” katanya.

Dikirim oleh toto pada (145 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
Kliping: Misteri di Bulan Ramadan, Apa Itu?
Topik: Narkoba
Liputan6.com, 23 Juli 2013

Jakarta: Ramadan salah satu bulan Hijriah mengandung banyak misteri baik dari segi tinjauan agama maupun historis, kata seorang ulama H Chairani Idris.

Chairani Idris mengatakan itu dalam ceramahnya menjelang buka puasa bersama Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, seperti dikutip dari Antara, Selasa (23/7/2013).

Ketua Umum Pengurus Wilayah Perhimpunan KB PII Kalsel yang jugam mantan aktivis mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin itu, mengungkapkan, misteri yang terkandung dalam Ramadhan sebagimana kaum muslim banyak ketetahui, yaitu sebagai bulan penuh rahmat dan maghfirah.

Namun banyak yang belum mengetahui misteri lain dalam Ramadan, antara lain turunnya empat kitab suci, yaitu Zabur kepada Nabi Daud alaihi salam (as), dan Thaurat kepada Nabi Musa as.

Begitu pula Kitab Injil kepada Nai Isa as dan Al Quran kepada Rasulullah Muhammad saw yang merupakan penghulu para nabi itu, juga turun pada Ramadhan, ungkap mantan Ketua Umum Pimpinan Nasional Taman Kanak-kanak Al Quran itu.

"Bahkan banyak peniliti atau ahli sejarah (sejarawan) tak mengetahui, kapan Allah swt menciptakan bumi dan lagi?. Dan menurut sejarahnya, Allah swt juga menciptakan bumi dan langit pada bulan Ramadan," ungkapnya.

"Karena dalam sejarah Islam, Ramadan itu sudah ada sebelum adanya Nabi Adam as, yang menjadi bapak manusia dan sebelum Allah swt menciptakan bumi dan langit. Hanya saja kewajiban puasa Ramadhan sejak Muhammad saw pada tahun kedua hijriah," lanjutnya.

Mantan Ketua Umum Pengurus Wilayah PII Kalsel itu juga mengungkapkan makna puasa, antara lain memelihara dengan baik terhadap sembilan lubang yang terdapat pada jasmani manusia, yaitu lubang telinga, hidung, mulut, serta lubang zubur dan kemaluan.

Karena pada dasarnya seseorang manusia sempurna secara fisik harus memiliki sembilan lubagn, yaitu tujuh di bagian atas (dua lubang telinga, dua lubang mata, dua lubang hidung dan satu lubang mulut), duanya lagi pada bagian bawah, yakni zubur dan lubang kemaluan.

Seseorang yang terkena penyakit atau virus HIV/AIDs, menurut dia, karena yang bersangkutan tidak menjaga atau memelihara lubang yang menjadi penyempurna jasmani manusia, terutama lubang zubur dan kemaluan.

Dikirim oleh toto pada (185 kali dibaca), (selengkapnya... | Kliping | Nilai: 0)

    
    ilahi Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
To Facilitate a Network for HIV-AIDS Worker in Indonesia