Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"Untuk saudaraku LILIN ini memang hanya gambar saja...
TETAPI YAKINLAH didalam hati kita NYALA lilin ini benar2 berarti di HATI KITA SEMUA...
TETAP SEMANGAT SAUDARAKU.." oleh: rbw
Jawa Timur
Saat ini ada 105 tamu, 1 anggota dan Hari ini dikunjungi oleh 392 tamu/anggota
Pengunjung
Site ini telah dikunjungi 4323159 kali sejak August 2006
Donation & Report
Dukungan
Power by
Pawai Obor Peduli AIDS Dilaksanakan oleh: KPA Kabupaten Merauke Dilaksanakan pada: 03 Juni 2008
Dalam rangka Malam Renungan AIDS Nusantara, KPA Kabupaten Merauke bekerja sama dengan Yasanto, WVI dan FHI-ASA Merauke, mengadakan serangkaian kegiatan menyongsong acara puncak Malam Renungan AIDS Nusantara. Salah satu kegiatannya adalah Pawai Obor Peduli AIDS. Kegiatan Pawai obor ini melibatkan 800 peserta yang terdiri dari, Kantor Pemerintah, LSM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Teman-teman dari Bar, Karauke, Panti Pijat, Diskotik dan juga dari Lokalisasi Yobar juga dari 2 KDS besar yang ada di Merauke. Pawai ini juga dihadiri para MUSPIDA, dan jarak yang di tempuh dalam pawai ini sekitar 3 km.
Dalam sambutan pelepasan peserta pawai, Bupati Kabupaten Merauke selaku Ketua Umum KPA Kabupaten Merauke, menghimbau dengan dinyalakannya obor, ini merupaka simbol semangat perjuangan masyarakat Merauke dalam program penanggulangan, juga sebagai simbol kehangatan dukungan masyrakat kepada teman-teman yang terinfeksi HIV dan keluarga mereka. Sesamapainya di finis yakni di Kantor KPA Kabupaten merauke, masih diadakan beberapa mata acara.
Dalam sambutan Ketua Umum KPA Kabupaten Merauke, pemerintah memberikan penghargaan kepada semua elemen yang dengan semangat tinggi terus melakukan penanggulangan dan dilakukan penyalaan 25 obor sebagai lambang 25 tahun perayaan malam renungan AIDS yang diawali oleh Bupati Kabupaten Merauke dan diikuti oleh Muspida dan perwakilan komunitas, disamping itu sebelum memasuki renungan, semua yang hadir mengheningkan cipta, mengenang seorang tokoh yang berjasa dalam program penanggulangan HIV dan AIDS yang telah meninggal pada tanggal 27 Mei 2008. Setelah renungan yang diiringi pembacaan puisi, dilakukan doa berantai oleh utusan 5 agama.
Acara Malam Renungan AIDS Nusantara di Merauke ditutup dengan penarikan undian berhadiah.Dipenghujung acara penutupan, Masyarakat dihimbau untuk terus bersama-sama menanggulangi persoalan HIV dan AIDS di bumi ANIMHA dengan moto Isakod bekai isakod kai.