<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<rss version="2.0" 
  xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
  xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
  xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
  xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#">

<channel>
<title>Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community</title>
<link>http://www.aids-ina.org</link>
<description>Sharing Knowledge and Facilitating Network for HIV and AIDS in Indonesia</description>
<dc:language>en-us</dc:language>
<dc:creator>administrator@aids-ina.org</dc:creator>
<dc:date>2013-05-20T23:12:18+07:00</dc:date>

<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
<sy:updateBase>2013-05-20T23:12:18+07:00</sy:updateBase>

<image>
<title>Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community</title>
<link>http://www.aids-ina.org</link>
<url>http://www.aids-ina.org/files/images/AIDsina.jpg</url>
<width>160</width>
<height>160</height>
<description>Sharing Knowledge and Facilitating Network for HIV and AIDS in Indonesia</description>
</image>
<item>
<title>PCNU Malang Desak Lokalisasi Ditutup </title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=7326</link>
<description>&lt;strong&gt;Beritajatim.com&lt;/strong&gt;, 27 Januari 2013
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Malang&lt;/strong&gt; - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk melakukan penutupan tempat lokalisasi Pekeja Seks Komersial (PSK).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Desakan PCNU untuk penutupan lokalisasi tersebut, karena berdasarkan hasil keputusan dan rekomendasi dalam Musyawarah Kerja (Musker) pada beberapa hari lalu yang digelar PCNU di wilayah Kecamatan Karangploso.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Rekomendasi NU untuk menutup tempat lokalisasi itu ditegaskan langsung Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang H Abdul Mudjib Sadzili (Gus Mudjib), Minggu (27/1/2013).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kata dia, di wilayah Kabupaten Malang ini banyak tempat prostistusi liar. Sehingga hal itu akan menimbulkan berbagai aspek. Diantaranya adalah aspek moral pada generasi muda. &amp;rdquo;Yang paling mengkhawatirkan lagi, yakni akan terjadi penyebaran penyakit Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/Aids) di wilayah kabupaten,&amp;rdquo; ujarnya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dijelaskan Gus Mujib panggilan akrab Wakil PCNU tersebut,  sesuai dengan misi visi Bupati Malang H Rendra Kresna yang mandiri, agamis, demoktatis, produktif, maju, aman, tertib, dan berdaya saing.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sehingga, agamis yang barada diurutan nomor dua, maka lokasisasi PSK seharusnya tidak ada di wilayah Kabupaten Malang. &amp;ldquo;Karena penutupan lokalisasi itu guna untuk menciptakan masyarakat yang agamis, sehingga untuk terwujudnya wilayah kabuapten ini agamis. Tentunya, misi visi itu tidak hanya sebagai slogan saja, namun bupati juga harus bisa merealisasikan daerah ini sebagai daerah yang agamis,&amp;rdquo; paparnya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Menanggapi penutupan lokalisasi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang HM Sanusi, saat dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan, keberadaan lokalisasi PSK yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang hingga saat ini, Pemkab Malang tidak pernah memberikan izin lokalisasi, sehingga lokalisasi itu tidak perlu di lakukan penutupan.</description>
<guid isPermaLink="false">7326@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>PCNU Malang Desak Lokalisasi Ditutup </dc:subject>
<dc:date>2013-01-28T11:22:47+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Populasi Kunci HIV/AIDS di Manado Capai Ribuan Orang</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=7304</link>
<description>&lt;strong&gt;REPUBLIKA.CO.ID&lt;/strong&gt;, 16 Januari 2013 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;MANADO&lt;/strong&gt; -- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Manado menyatakan sekurangnya terdapat 11.844 populasi kunci atau orang rawan tertular HIV/AIDS di ibukota Provinsi Sulawesi Utara itu.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Populasi kunci di Manado terdiri atas enam kelompok yang dipetakan berdasarkan tempat beraktifitasnya,&amp;quot; kata Pengelola Program KPA Manado, Sonny Winda, di Manado, Rabu.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Keenam populasi kunci tersebut adalah Wanita Pekerja Seks Langsung (WPSL) sebanyak 831 orang, Wanita Pekerja Seks Tidak Langsung (WPSTL) 1.190, Laki-laki Beririsiko Tinggi (LBT) 7.520, Wanita pria (Waria) 483, Laki-laki seks dengan laki-laki 1.360 dan pengguna narkoba suntik (penasun) 460 orang.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Winda menjelaskan, berdasarkan pemetaan dan konfirmasi data yang dilakukan sepanjang 2012, populasi kunci ini terbanyak berada di Kecamatan Wenang sebanyak 7.041 orang minus penasun, kemudian di Sario dengan jumlah 1.415 orang dan Malalayang 1.123 orang.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Setelah itu berturut-turut kecamatan Tikala sebanyak 780 orang, Wanea 507, Tuminting 285, Singkil 281 orang, Paal Dua 202 orang, Mapanget 170 orang dan Bunaken 40 orang,&amp;quot;kata Winda.</description>
<guid isPermaLink="false">7304@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Populasi Kunci HIV/AIDS di Manado Capai Ribuan Orang</dc:subject>
<dc:date>2013-01-21T12:20:40+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>[PERNAS AIDS KE 4] Tanggulangi HIV, Merauke Anggarkan Rp 1 M</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=4867</link>
<description>&lt;img src=&quot;files/images/pernaslogo.png&quot; border=&quot;0&quot; title=&quot;Pertemuan Nasional AIDS ke-4&quot; alt=&quot;Pertemuan Nasional AIDS ke-4&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Kabupaten Merauke, menganggarkan dana sebesar Rp 1 Miliar untuk program penanggulangan HIV. Demikian diungkapkan oleh Wakil Bupati Merauke Sunarjo dalam Rakornas AIDS di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta 3 Oktober 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Namun dana yang relative besar itu, menurutnya, belum cukup karena di RSUD Merauke sendiri, kini harus merawat sekitar 900 orang untuk terapi rutin obat ARV dan merawat intensive pasien AIDS.</description>
<guid isPermaLink="false">4867@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>[PERNAS AIDS KE 4] Tanggulangi HIV, Merauke Anggarkan Rp 1 M</dc:subject>
<dc:date>2011-10-03T14:52:24+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>[PERNAS AIDS KE-4] Peran Aktif Masyarakat Sipil</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=4866</link>
<description>&lt;img src=&quot;files/images/pernaslogo.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Pertemuan Nasional AIDS ke-4&quot; title=&quot;Pertemuan Nasional AIDS ke-4&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;

Pagi ini Pertemuan Nasional AIDS ke-4 secara resmi dibuka oleh Menkokesra, Agung Laksono. Menkokesra berharap pertemuan ini dapat memberikan makna yang lebih dari sebelumnya, sehingga penanggulangan AIDS dapat lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Di tengah-tengah acara pembukaan, diluar muncul aksi demo yang menyuarakan hak-hak populasi kunci yang selama ini tidak diperhatikan. Suara tersebut disampaikan oleh gabungan beberapa perwakilan yaitu Pekerja Seks, Remaja, Pengguna Napza, Perempuan dan komunitas lainnya. Puncak aksi tersebut diharapkan dapat membacakan sikap komunitas dalam Rapat Kerja Nasional para Kepala Daerah yang berlangsung pada pukul 13.00.</description>
<guid isPermaLink="false">4866@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>[PERNAS AIDS KE-4] Peran Aktif Masyarakat Sipil</dc:subject>
<dc:date>2011-10-03T14:42:43+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>[PERNAS AIDS KE-4] Pembukaan Forum Komunitas “Hidup Sehat adalah Hak Kami”</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=4833</link>
<description>&lt;img src=&quot;files/images/pernaslogo.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Pertemuan Nasional AIDS ke-4&quot; title=&quot;Pertemuan Nasional AIDS ke-4&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;
Pernas AIDS ke-4 dimulai dengan acara pra-pernas dengan diskusi forum komunitas yang menyatukan banyak forum yang terkait dengan AIDS. Forum tersebut terdiri dari Forum GWL-Ina, Forum Pekerja Seks, Forum Pengguna Napza, Forum Buruh Migran, Forum ODHIV dan Forum Perempuan. Pembukaan dilakukan oleh GKR Hemas, istri Gubernur DIY (Sri Sultan HB X) dan anggota DPD RI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&amp;ldquo;Pemerintah perlu kerja keras untuk program penanggulangan AIDS di Indonesia. Bahkan di Papua keadaan menjadi lebih parah&amp;rdquo;, ujar GKR Hemas. Tanggapan positif diberikan GKR Hemas dengan adanya kegiatan Pernas AIDS utamanya Forum Komunitas. GKR Hemas memberikan apreasiasi kepada forum komunitas yang bangga terhadap jati diri komunitas.</description>
<guid isPermaLink="false">4833@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>[PERNAS AIDS KE-4] Pembukaan Forum Komunitas “Hidup Sehat adalah Hak Kami”</dc:subject>
<dc:date>2011-10-02T12:00:15+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>[PERNAS AIDS KE-4] Apa yang Beda dengan Pernas AIDS Kali Ini?</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=4832</link>
<description>&lt;img src=&quot;files/images/pernaslogo.png&quot; title=&quot;Pertemuan Nasional AIDS Ke-4&quot; alt=&quot;Pertemuan Nasional AIDS Ke-4&quot; border=&quot;0&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Pertemuan Nasional AIDS merupakan forum diskusi akbar para pemangku kepentingan yang bergerak dalam bidang AIDS di Indonesia. Pernas AIDS kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke-4 setelah tahun tahun 2007 di Surabaya. Pertanyaan yang timbul setiap kali ada Pernas AIDS adalah seberapa bergunanya pentas penyelenggaraan ini untuk program dan apa ada perbedaan yang bermakna dari setiap kali diadakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan tersebut dapat dijawab bila kita mengikuti proses Pernas tersebut baik dari proses persiapan dan pelaksanaannya. Oleh karena itu, www.aids-ina.org berupaya untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan menghadirkan beberapa tulisan mengenai Pernas AIDS ke-4.</description>
<guid isPermaLink="false">4832@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>[PERNAS AIDS KE-4] Apa yang Beda dengan Pernas AIDS Kali Ini?</dc:subject>
<dc:date>2011-10-01T16:54:25+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>[Debat Publik] Perlukah Revolusi Pencegahan HIV/AIDS di Indonesia?</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=3945</link>
<description>Begitu banyak bukti ilmiah tentang pencegahan dan perawatan HIV yang efektif telah tersedia. Begitu banyak kebijakan telah dibuat untuk menyikapi perkembangan HIV-AIDS. Begitu banyak dana telah diinvestasikan dalam upaya pencegahan dan perawatan HIV-AIDS oleh pemerintah, lembaga donor dan lembaga internasional lainnya. Begitu banyak pemain yang terlibat di dalam penanggulangan HIV-AIDS. Namun penularan HIV masih akan terus berlangsung bahkan diperkirakan secara global sekitar 2.000.000 infeksi baru terjadi setiap tahunnya. Upaya pencegahan menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam penanggulangan HIV-AIDS dalam jangka panjang disaat upaya perawatan dan pengobatan HIV-AIDS menghadapi persoalan yang mendasar seperti terbatasnya sumber daya karena situasi ekonomi berbagai negara yang memburuk dalam beberapa tahun terakhir ini. Meski ada berbagai penemuan metode-metode baru yang menjanjikan didalam pencegahan HIV namun sejumlah pelajaran telah menunjukkan bahwa upaya pencegahan hanya dengan mengandalkan metode tunggal tidak akan efektif seperti halnya jika menggunakan pendekatan kombinasi.</description>
<guid isPermaLink="false">3945@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>[Debat Publik] Perlukah Revolusi Pencegahan HIV/AIDS di Indonesia?</dc:subject>
<dc:date>2011-03-22T19:50:12+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Visi ke 3: Tidak ada lagi Diskriminasi!</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=3767</link>
<description>Visi adalah impian. Impian adalah sesuatu yang ingin kita raih, kita ingin capai. impian dapat sebagai energi agar kita terus bergerak, berjuang, berevolusi mewujudkan mimpi tanpa ketakutan, dan tanpa kecemasan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dalam mimpi tidak ada kata muluk atau takut akan tidak tercapai, suatu kosa kata yang biasa dipakai oleh pecundang. Kenapa takut bermimpi? Kita ingin menjadi pemenang, termasuk menang dalam perang menghadapi epidemi HIV dan dampaknya bagi harkat kemanusiaan di Indonesia.</description>
<guid isPermaLink="false">3767@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Visi ke 3: Tidak ada lagi Diskriminasi!</dc:subject>
<dc:date>2011-01-05T06:25:01+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Visi kedua: Zero Kematian akibat AIDS</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=3766</link>
<description>Tekad untuk menekan angka kematian AIDS sampai titik nol tidak saja revolusioner tetapi juga visioner, artinya sangat potensial dapat dicapai dalam lima tahun ke depan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tujuan ini lebih realistis dan lebih bijak dibandingkan ide &amp;quot;treatment for prevention&amp;quot;. Kemajuan pengobatan ARV telah terbukti menekan angka kematian akibat AIDS. HIV tidak lagi merupakan virus penyebab &amp;quot;fatal disease&amp;quot;. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sejak keputusan sidang kabinet pemerintah Indonesia, sebagai salah satu stempel dari keputusan KPA Nasional semasa Presiden Megawati, agar pemerintah menyediakan ARV kepada orang dengan HIV di republik tercinta secara cuma-cuma.</description>
<guid isPermaLink="false">3766@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Visi kedua: Zero Kematian akibat AIDS</dc:subject>
<dc:date>2011-01-03T17:45:47+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Visi pertama: Revolutionize HIV Prevention!</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=3765</link>
<description>Yth Teman-teman Penggiat HIV-AIDS di Republik Indonesia,
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Memasuki tahun 2011, UNAIDS menetapkan Tiga Visi Utama dalam perjuangannya di tahun 2011-2015 untuk merebut kekalahan terhadap HIV, yaitu &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Zero Discrimination, Zero New Infections, dan Zero AIDS Deaths&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dengan strategi apa kita dapat mencapai tujuan perjuangan: &amp;quot;&lt;strong&gt;Zero Infections&lt;/strong&gt;&amp;quot;?
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pilihan strategi adalah &amp;quot;&lt;strong&gt;Revolutionize HIV prevention&lt;/strong&gt;&amp;quot;, ayo bung kita merevolusikan pencegahan HIV! Kita tidak bisa lagi bercanda dengan HIV, dengan sekedar mengimplementasikan program yang terfragmentasi dan pikiran yang sempit dalam memahami dinamika epidemi HIV.</description>
<guid isPermaLink="false">3765@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Visi pertama: Revolutionize HIV Prevention!</dc:subject>
<dc:date>2011-01-03T16:54:26+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Perlu Intervensi Struktural Untuk Turunkan HIV Baru</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=3764</link>
<description>Tadi pagi (Rabu, 22 Desember 2010) saya berjumpa dengan Pak Suryadi Gunawan di Bandara Sukarno Hatta yang akan menuju Ende. Beliau setuju banget kalau kerjaan FHI dan World Bank tentang sintesis global evidens itu seharusnya dilempar ke Pokja Penelitian KPAN. Hal tersebut seharusnya dibahas lebih mendalam dengan tataran dan bahasa yang sama.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Kita tidak saja butuh bukti ilmiah yang mengindikasikan keberhasilan dalam menurunkan kejadian baru, ini bahasa revolusinya.&lt;/strong&gt;</description>
<guid isPermaLink="false">3764@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Perlu Intervensi Struktural Untuk Turunkan HIV Baru</dc:subject>
<dc:date>2010-12-22T21:26:21+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Unaids: We need HIV Prevention Revolution NOW!</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=3763</link>
<description>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&amp;quot;More than 7000 new HIV infections every day is unacceptable. We need a Prevention Revolution&amp;quot;
&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap hari selalu ada penularan HIV baru di Indonesia, yang terus meningkat. Kita tidak berhasil menekannya, bahkan kecenderungan terus meningkat. Walaupun lampu merah merah selalau kelap kelip memberikan sinyal atas capaian MDGs untuk HIV-AIDS, tidak ada respon yang bersifat emergence. Kita tidak bisa toleransi lagi kalau sampai kini penularan HIV baru terus terjadi.</description>
<guid isPermaLink="false">3763@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Unaids: We need HIV Prevention Revolution NOW!</dc:subject>
<dc:date>2010-12-21T07:04:56+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Apa itu Revolusi Pencegahan HIV?</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=3762</link>
<description>&lt;strong&gt;Oleh: Pandu Riono
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Revolusi adalah perubahan mendasar! Kalau banyak kegiatan yang ternyata tidak berdampak terhadap penurunan insiden penulaan HIV, maka kegiatan tersebut tidak perlu dilakukan. Kita hanya memprioritaskan kegiatan yang secara bersama sama dapat berdampak terhadap perjalanan epidemi HIV. Prioritas utama ialah menghentikan penularan baru, dengan melakukan revolusi pencegahan dan menghentikan epidemi AIDS. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Misalnya, KPAN ingin memperluas kegiatan penanggulangan AIDS ke semua propinsi di Indonesia, dan kenapa tidak memprioritask ke propinsi tertentu saja, kalau mau berdampak. Revolusi Pencegahan juga untuk mengingatkan dan mendidik kembali pelaku-pelaku penanggulangan HIV agar menggunakan akal sehat dan tetap fokus pada penurunan penularan baru HIV.</description>
<guid isPermaLink="false">3762@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Apa itu Revolusi Pencegahan HIV?</dc:subject>
<dc:date>2010-12-21T01:06:37+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Indonesia Perlu Revolusi Pencegahan</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=3761</link>
<description>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&amp;ldquo;More than 7.000 new HIV infections every day is unacceptable. We need a HIV Prevention Revolution&amp;rdquo;. 
&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan Indonesia? Sudahkah semua kegiatan yang diupayakan untuk menekan infeksi baru telah berhasil? Atau justru hanya menghambur-hamburkan sumber daya yang telah diberikan?</description>
<guid isPermaLink="false">3761@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Indonesia Perlu Revolusi Pencegahan</dc:subject>
<dc:date>2010-12-20T23:58:55+07:00</dc:date>
</item>

</channel>
</rss>
